KPF JAKARTA (20/08) - Tembaga berjangka melemah untuk hari kedua berturut turut pada hari Selasa, karena investor menunggu indikasi lebih lanjut atas waktu pengurangan pembelian obligasi bulanan oleh bank sentral AS.
Program stimulus The Fed dipandang oleh banyak investor sebagai pendorong utama dalam meningkatkan harga komoditas karena cenderung menekan nilai dolar.
Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, tembaga untuk pengiriman September diperdagangkan pada USD3.313 per pon selama perdagangan pagi di Eropa, turun 0,6%.
Harga tembaga di Nymex turun sebanyak 0,9% di awal sesi untuk penurunan terendah harian USD3.303 per pon.
Harga tembaga kemungkinan besar akan mencari support di USD3.287 per pon, terendah 15 Agustus dan resistance pada USD3.372 per pon, tertinggi hari Senin.
Kontrak September turun 0,9% pada USD3.332 per pon pada hari Senin.
Para pelaku pasar tetap berhati hati menjelang risalah rapat Juli The Fed, dirilis pada hari Rabu, untuk indikasi lebih lanjut apakah bank sentral akan segera membatasi program pembelian aset USD85 miliar per bulan.
Data AS pada klaim pengangguran awal dan sektor perumahan yang akan di rilis pada minggu ini, akan menjadi fokus utama para pelaku pasar.
Para pelaku pasar akan fokus pada data laporan AS untuk mengukur apakah akan memperkuat atau memperlemah program stimulus bank sentral AS.
Setiap membaiknya perekonomian AS akan memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan mulai membatasi Program pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang.
Di tempat lain di Comex, emas untuk pengiriman Desember sedikit berubah untuk perdagangan di USD1, 366,00 per troy ounce, sementara perak untuk pengiriman September turun 1,2% untuk perdagangan di USD22.88 per troy ounce.
Pergerakan harga emas dan perak pada tahun ini sebagian besar dipengaruhi oleh kelangsungan program stimulus ekonomi dari AS. Apakah akan segera diakhiri dalam waktu dekat.










0 komentar:
Post a Comment