English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sudirman Plaza, Gedung Plaza Marein Lt. 7, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76 – 78, Jakarta 12910 Telp : (021) 5793 6555 (Hunting), Fax : (021) 5793 6546 E-mail : admin@kontak-perkasa-futures.co.id

Showing posts with label analisa. Show all posts
Showing posts with label analisa. Show all posts

Monday, October 28, 2013

Gold Market Survey Melihat Harga Yang Lebih Tinggi Pekan Ini


Para trader yang mengikuti pergerakan grafik teknikal dan mereka yang memperhitungkan faktor fundamental, keduanya memiliki pegangan yang sama untuk dipantau minggu ini, yakni level pivot di kisaran $1.350 yang penting untuk diperhatikan menjelang pertemuan 2 hari Komite Pasar Terbuka Federal  (FOMC) yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2013.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik pada hari  Jumat , menetap di $ 1,352.50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange , naik 2,9 % pada pekan ini.
 
Dalam Berita Survei Emas Kitco , dari 34 peserta , 26 menanggapi minggu ini . Dari jumlah tersebut , 20 peserta melihat harga naik , sementara 5 melihat harga turun dan 1 melihat harga sideways. Peserta survey pasar tersebut termasuk dealer bullion , bank investasi , pedagang berjangka dan analis teknikal.

Harga emas rally minggu ini , didukung oleh pelemahan dolar. Bob Haberkorn , broker senior untuk komoditas  dari RJO Futures menyebutkan sebagai langkah  yang " mengesankan untuk pola bullish."

Harga naik hampir $ 38 per ounce minggu ini , dari situ ia melihat pasar akan menambah keuntungan dalam minggu mendatang.
 
Minggu ini akan berlangsung pertemuan FOMC , yang akan memberikan kesimpulan hasil dari pertemuannya tersebut nanti pada hari Rabu. The Fed secara luas diperkirakan akan tetap berpegang pada program quantitative easing - nya. Para analis mengatakan kombinasi dari lemahnya data ekonomi karena 3 minggu shutdown pemerintah AS kemungkinan memukul perekonomian dan menjadi salah satu alasan The Fed akan tetap melanjutkan program.


Sumber: www.kitco.com

 
 

Friday, October 25, 2013

Penutupan Tinggi di Hari Jumat Akan Picu Momentum Bullish Pada Emas


Kontak Perkasa, Jumat (25/10) ~ Harga emas telah mencapai tertinggi dalam 4 minggu terakhir, dan menurut Jim Wyckoff, analis pada Berita Emas Kitco, membahas apa yang bisa terjadi selanjutnya, "Pola Bulish telah mendapatkan momentum teknis untuk menunjukkan bahwa harga akan terus bergerak lebih tinggi dalam waktu dekat," kata Wyckoff.

"Laporan Pekerjaan AS yang dirilis pada hari Selasa memberikan kecenderungan bullish untuk pasar logam mulia karena menunjukkan indikasi bahwa tapering akan ditunda kembali sampai setidaknya hingga kuartal 2 tahun depan," ia menambahkan.

"Apa yang akan menjadi penting untuk dilihat adalah jika pergerakan harga emas pada Jumat ditutup pada level tertinggi mingguan, " kata Wyckoff. "Itu akan memberikan momentum bullish, bahkan pembalikan arah yang lebih kuat lagi untuk benar-benar memberi mereka dorongan yang baik masuk ke minggu depan."
 
Wyckoff juga mengatakan bahwa musim liburan mendatang di Asia mungkin akan menaikkan permintaan fisik dan ini merupakan faktor yang mendasari pola bullish untuk pasar emas. " Satu hal yang menarik perhatian saya adalah, bagaimanapun juga adalah, masalah keuangan yang terjadi di Uni Eropa masih ada. Pada minggu ini diumumkan bahwa ECB akan mulai melakukan tes stress pada lembaga keuangan utama yang akan dilakukan mulai November," katanya.

"Jika kita melihat institusi besar di Uni Eropa gagal atau mendapat nilai yang buruk pada tes yang dikelola oleh ECB ini , maka akan merusak kepercayaan di Uni Eropa secara keseluruhan dan yang bisa menjadi faktor bullish yang signifikan untuk pasar emas.

Data Ekonomi yang akan dirilis malam ini meliputi data pesanan barang tahan lama (US Durable Goods Order) pada jam 19.30 wib, dan data sentimen konsumen yang akan dikeluarkan oleh University of Michigan pada jam 20.55 wib. Rilis data dibawah ekspektasi, akan memberikan efek pelemahan pada indeks dollar dan menguatkan emas, dan sebaliknya.


Mario Prabowo

Sumber: www.kitco.com



Friday, October 18, 2013

Emas rebound terhadap potensi hutang AS yang semakin menumpuk

dahlan iskan, jokowi
KONTAK PERKASA (18/10) - Emas berhasil melakukan pergerakan rebound tajam ketika kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah dan peningkatan plafon utang terlaksana, sama seperti yang terjadi pada tahun 2011 kesepakatan plafon utang menjadi momok bagi pasar.

Pada titik ini kita bahkan tidak tahu apakah plafon utang baru akan menambah daya dorong, tetapi penundaan hingga 7 Februari. Departemen keuangan AS dapat meminjam apa yang yang diperlukan  tanpa ada hambatan.

The Fed tentu saja telah menjadi pembeli mayoritas penerbitan utang baru dari departemen keuangan AS dalam beberapa tahun terakhir, dan mereka kemungkinan akan terus melakukan pembelian tersebut. Prospek peruncingan telah lebih jauh dari yang diperkirakan.

Pengalaman mengatakan, sehari setelah kesepakatan plafon hutang tahun 2011, utang AS meledak menjadi $ 238 Miliar. Itu adalah peningkatan terbesar dalam satu hari dalam sejarah Amerika Serikat, dengan mengambil hutang / rasio PDB yang akhirnya melampaui 100 % untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II .
Lembaga pemeringkat kredit S & P menurunkan peringkat AS beberapa hari setelah itu.

Meskipun ancaman default segera telah dihindari, lembaga pemeringkat China Danong dengan cepat menurunkan rating utang AS menjadi A - dari A. Dalam siaran pers Danong mengatakan: " pemerintah AS masih mendekati ambang krisis default, situasi yang tidak dapat dikurangi secara substansial di masa mendatang . "

Langkah ini terjadi beberapa hari setelah China Daily melaporkan bahwa "secara bertahap Cina mengurangi kepemilikan dolar sebagai langkah preventif keuangan."  Dan akhirnya warna emas kembali menguning ketika mendapatkan momen yang tepat untuk bergerak. Kita lihat saja….

Thursday, October 17, 2013

Analisa Tehnikal Harga Emas Setelah Shutdown Berakhir

Emas berfluktuasi setelah parlemen AS mencapai kesepakatan untuk naikan plafon utang dan hindari default pemerintahan di negara ekonomi terbesar di dunia, menempatkan fokus kembali pada pengurangan stimulus dari Federal Reserve.

Harga Emas saat ini berada tidak jauh dari level pembukaan dikisaran $1.280 per troy ounce. Setelah melemah kelevel terendah harian di $1.274.20, emas sempat menguat hingga kelevel $1.287.10 sebelum akhirnya melemah kembali.

Analisa teknikal hari ini kurang lebih sama dengan analisa kemarin. Harga emas berpotensi bergerak dengan kecenderungan tertekan di antara 1265-1295. Pelemahan lanjutan ke area 1250 membutuhkan konfirmasi penembusan ke bawah level support 1265 sementara penguatan lanjutan ke area 1305, membutuhkan penembusan ke atas level resisten 1305.

Market mover lainnya malam ini adalah data klaim tunjangan pengangguran dan indeks manufaktur wilayah Philadelphia AS. Hasil yang bagus dari kedua data ini bisa mengangkat nilai tukar dollar AS dan menekan harga emas. Demikian pula sebaliknya.


Sumber: www.monexnews.com


Wednesday, October 16, 2013

Analisa Harga Emas Terhadap Isu Fundamental Ekonomi AS


Emas saat ini berada didekat level tertinggi harian di kisaran $ 1.281 per troy ounce setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya. Harga emas Comex mengakhiri sesi hari AS tadi malam sedikit lebih rendah pada hari Selasa (15/10), namun kemudian rally ke level yang cukup tinggi dalam perdagangan di sore hari waktu setempat . Short-covering dan beberapa permintaan safe haven terlihat mewarnai rebound yang terjadi dari harga rendah yang terbentuk pada awal sesi.

Parlemen AS kini sedang berlomba dengan waktu untuk menghindari negeri Paman Sam tersebut dari ancaman default. Meski demikian, investor masih akan tetap waspada. Walaupun Senat nantinya akan meloloskan proposal kenaikan utang namun masih belum jelas apakah Kongres juga akan menyetujui hal tersebut. Di lain pihak, Fitch mengancam akan menurunkan peringkat kredit AS akibat rendahnya komitmen politik yang telah menimbulkan pertanyaan akan kemampuan negeri Paman Sam ini untuk membayar utangnya.

Penutupan sebagian pemerintah AS saat ini sudah memasuki hari yang ke 15. Selain itu, pemerintah harus segera memastikan batas plafon utang secara keseluruhan pada hari Kamis. Banyak yang masih percaya anggaran/kesepakatan utang AS akan dicapai pada menit terakhir, seperti  apa yang telah diharapkan pasar selama ini. Namun, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai oleh anggota parlemen AS sebelum hari Kamis, tekanan yang serius di pasar akan cepat naik permukaan, termasuk tajamnya permintaan safe haven untuk emas. Sementara skenario itu tampaknya tidak mungkin terjadi, orang tidak bisa yakin, apa yang sedang terjadi dengan disfungsional Kongres AS ini.

Indeks dolar AS yang naik tajam dan harga minyak mentah yang melemah merupakan faktor  bearish harian untuk pasar emas dan perak Selasa.

Indeks saham AS dan banyak pasar saham dunia lainnya telah terlihat melakukan reli tajam beberapa hari terakhir, tidak hanya pada ekspektasi bahwa anggota parlemen AS akan mencapai kesepakatan anggaran/utang  di menit-menit terakhir, tetapi juga pada ide-ide bahwa Federal Reserve AS akan tetap menerapkan kebijakan moneter yang mudah ( quantitative easing ) berkaitan dengan Shutdown pemerintah AS.

Dengan penutupan pemerintah kemungkinan pertumbuhan produk domestik bruto AS (GDP) akan sedikit melemah, begitu juga dengan indeks kepercayaan investor, tampaknya Federal Reserve harus terus mengikuti kondisi tersebut dalam menetapkan kebijakan moneter yang tidak berubah pada pertemuan FOMC terakhir beberapa minggu yang lalu. Ditambah pencalonan Janet Yellen minggu lalu yang diyakini memiliki kebijakan yang lebih dovish untuk mengepalai Federal Reserve AS tahun depan , membuat sebagian besar para pelaku pasar mendapat dosis yang baik untuk vitamin pendukung faktor bullish.
 

Penting bagi para pedagang emas dan perak adalah bahwa hal-hal tersebut juga menjadi faktor bullish untuk logam mulia lainnya . Hanya saja saat ini aliran uang ke pasar saham dunia masih menjadi jalur yang disukai. Tapi arah aliran uang ini tidak akan bertahan selamanya. Dan ketika pasar bullish ini sudah kehabisan tenaga berjalan di pasar ekuitas, uang kemudian akan mengalir ke aset lainnya, termasuk emas dan pasar komoditas mentah lainnya.

Kelangkaan data ekonomi AS selama dua minggu terakhir telah menempatkan peredaman pada banyak pasar, yang dapat menjelaskan volatilitas yang umumnya terlihat rendah selama shutdown pemerintah berlangsung. Jika banyak data ekonomi yang mendukung kenaikan dilepaskan dalam jangka waktu yang singkat itu bisa membuat volatilitas di pasar menjadi sangat tinggi, setidaknya untuk waktu singkat.


Mario Prabowo

Sumber: www.kitco.com


Sunday, October 13, 2013

Emas Diperkirakan Masih Akan Melemah Minggu Ini


Pola Bearish pada grafik teknikal dan sentimen negatif tentang emas diperkirakan akan membebani pergerakan harga emas minggu depan , demikian dikatakan oleh mayoritas peserta dalam Berita Survei Emas mingguan yang diadakan oleh Kitco.

Emas berjangka Desember turun pada hari Jumat, untuk menetap di $1,268.20 per ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange , Emas telah  jatuh 3,2 % pada minggu ini . Sementara perak pengiriman Desember juga jatuh pada hari Jumat , menetap di $ 21,259 per ounce , turun 2,3 % pada minggu ini .

Emas turun sebanyak 2% pada hari Jumat setelah investor yang cemas meninggalkan pasar emas dalam sinyal bahwa pemerintah AS akan segera mencapai kesepakatan untuk menghindari potensi default hutang AS. Emas, yang dianggap sebagai investasi safe haven, turun tajam pada awal sesi AS, dengan harga turun sebanyak $30 dalam hitungan menit. Penurunan juga bertambah deras oleh aksi jual teknikal order stop loss setelah emas turun ke bawah support di dekat $1,275.

Dalam Berita Survei Emas Kitco , dari 34 peserta , 26 menanggapi minggu ini . Dari jumlah tersebut , 4 melihat harga naik , sementara 18 melihat harga turun dan 4 melihat harga sideways atau tetap . Peserta pasar termasuk dealer bullion , bank investasi , pedagang berjangka dan analis teknikal.

Peserta survei yang melihat harga lemah mengatakan bahwa sangat sedikit hal yang mendukung emas dalam jangka pendek .

Kamis adalah batas waktu penentuan plafon utang AS , dan peserta pasar emas akan fokus pada berhasil atau tidakkah, para anggota Partai Republik dan Presiden Barack Obama dapat mencapai kesepakatan untuk menaikkan batas plafon utang tersebut.

Sentimen terhadap emas cenderung negatif sepanjang minggu ini , dengan beberapa bank seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley memberikan pandangan bearish pada prospek pergerakan emas . Beberapa pelaku pasar yang bullish terkejut bahwa emas tidak reli atas kurangnya kesepakatan di Washington .

Beberapa pengamat pasar emas mengatakan sampai segala sesuatunya menjadi jelas, mereka akan menunggu untuk menghindari terjebak dalam pergerakan harga yang fluktuatif , sementara yang lain mengatakan mereka mengharapkan pelemahan yang terjadi minggu ini untuk berlanjut, terutama setelah terjadinya sell-off pada Jumat kemarin.

Pasar keuangan AS ditutup hari Senin untuk peringatan Columbus Day , dan Kanada juga ditutup untuk Hari Thanksgiving
.
Beberapa analis yang melihat harga yang lebih tinggi mengatakan harga emas sudah memasuki area oversold dan mereka mengharapkan para nargain hunter untuk kembali masuk kedlam pasar.


Mario Prabowo



Friday, October 4, 2013

Emas Masih Bisa Naik Dalam Kondisi Naiknya Suku Bunga

Nilai emas masih bisa menguat, bahkan jika suku bunga naik , asalkan bila suku bunga tersebut meningkat karena inflasi yang juga meningkat , kata pengamat pasar komoditas pada hari Kamis .

Meskipun Federal Reserve menunda tapering (pengurangan) program pelonggaran kuantitatif bulan lalu , ekonom memperkirakan bahwa Fed pada akhirnya akan mulai untuk menarik program stimulus , yang akan menjadi langkah pertama untuk menuju peningkatan suku bunga yang lebih tinggi . Karena harga emas telah sangat diuntungkan dari program likuiditas Fed , kebijaksanaan konvensional menunjukkan bahwa emas akan melihat harga jatuh .

Namun , panelis di Konferensi Investasi Morningstar ETF di Chicago mengatakan cerita di balik nilai emas dan kenaikan suku bunga lebih bernuansa pada pandangan yang terlalu sederhana bahwa tingkat suku bunga yang lebih tinggi berarti harga emas lebih rendah .

" Jika suku bunga meningkat karena inflasi , komoditas akan tampil baik , " kata Martin Kremenstein , direktur dan kepala manajemen aset pasif untuk Amerika di Deutsche Asset and Wealth Management .

Juan Carlos Artigas , manajer investasi penelitian di World Gold Council , mencatat bahwa bahkan jika suku bunga riil naik - dengan suku bunga riil menjadi kombinasi inflasi dan harga nominal - emas masih bisa memiliki return yang positif .

Menurut penelitian dari WGC , selama kondisi suku bunga moderat , bila laju inflasi yang disesuaikan adalah antara nol dan 4 %, tingkat keuntungan emas secara bulanan yang pasti adalah 0,7 % .

Sejauh ini, bagaimanapun , inflasi AS yang diukur dengan indeks harga konsumen sampai saat ini masih rendah .

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai inflasi yang baik , tapi Kremenstein mengatakan, bahwa investor yang ingin melakukan lindung nilai terhadap inflasi tak terduga, harus mencakup berbagai jenis komoditas, dimana hasil pertanian dan sektor  energi  adalah jenis yang lebih baik untuk lindung nilai terhadap inflasi tak terduga .

"Itulah apa yang dikhawatirkan oleh orang-orang, inflasi tak terduga . Jadi cakupan ragam komoditas yang lebih luas akan memberikan diversifikasi yang lebih baik dalam portofolio , " katanya .
Dia mengatakan portofolio dengan 5 % ditujukan untuk beragam komoditas merupakan awal yang baik , dan untuk menyeimbangkan portofolio ketika persentase naik atau turun . Dari jumlah 5 % itu  , emas harus mengambil 1 % sampai 2% dari kepemilikan.

Artigas mengatakan riset oleh WGC menyarankan kepemilikan emas antara 2 % hingga 10 % .
John LaForge , kepala tim komoditas Ned Davis Research , mengatakan investor perlu mempertimbangkan siklus komoditas ketika mereka berpikir untuk menambahkan sumber daya alam kedalam portofolio.

"Jika kita berada di pasar beruang sekuler , komoditas bisa memakan waktu hingga kurang dari 5 % . Tetapi jika kita berada dalam komoditas pasar bull sekuler , ( exposure) bisa di mana saja sepanjang kurva , sebanyak 50 % , " katanya.

LaForge mengatakan, berdasarkan penelitian mereka emas akan kembali ke 1700-an , siklus rata-rata komoditas sekuler 16 tahun terakhir. " Emas memiliki pola bullish selama 12 - tahun berjalan, jadi kita semakin dekat dengan akhir , " katanya .

Sumber: www.kitco.com


Tuesday, October 1, 2013

Shutdown AS Bisa Memicu Dolar Anjlok, Kenaikan Emas


Dolar AS saat ini berada di bawah tekanan , sejalan dengan pertengkaran politik yang terjadi di Washington DC menjadi berita utama, greenback merosot sebagai reaksi diberlakukannya shutdown pemerintah AS pada hari ini, 1 Oktober 2013.

Setiap shutdown pemerintah yang terjadi, kemungkinan akan berumur pendek. Tetapi awan hitam yang jauh lebih besar sudah mulai menjulang di cakrawala untuk dolar AS dalam bentuk krisis yang lebih signifikan, tentang plafon utang Amerika, yang akan mencapai batasnya pada tanggal 17 Oktober.

Keraguan Federal Reserve untuk mulai melakukan tapering dan mengecilnya tingkat suku bunga dalam beberapa pekan terakhir, serta naiknya mata uang emerging market yang mengambil keuntungan, memastikan pola pergerakan dolar menjadi bearish. Dan melemahnya dolar adalah berarti bullish untuk emas. Anda bisa melihat perilaku ini dalam beberapa pekan kedepan.

Secara teknikal , indeks dolar AS terlihat berat. Pasar sedang menguji support di 80,60 ayunan terendah pada 18 September. Outlook pola pergerakan rata-rata secara keseluruhan adalah bearish, karena indeks dolar AS ini secara signifikan diperdagangkan di bawah garis moving average dari 20 - 200hari. Pola yang akan membuat para pedagang mengikuti trend bearish pada greenback . Dengan target pergerakan berikutnya adalah support kuat yang disentuh pada titik terendah Februari 2013 yaitu di 78,91 .

Gambar 1 di bawah menunjukkan perbandingan indeks dolar AS dan pergerakan harga emas , yang selama ini diperdagangkan dengan korelasi terbalik (berlawanan). Sebuah penembusan kebawah 80,60 dalam indeks dolar akan mendukung tes ulang resistan emas Comex di $ 1.375,40. Dengan target berikutnya adalah resistan $ 1,434 , harga tertinggi pada akhir Agustus.

Mario Prabowo

Sumber: www.kitco.com




 

Tuesday, September 17, 2013

Tehnikal Trading: Harga Emas Masih Mencari Support

Kontak Perkasa, Selasa (17/9) - Harga Emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember memangkas kenaikan yang terjadi kemarin menyusul berita mengejutkan bahwa Larry Summers menarik diri dari pencalonan untuk menjadi Chairman (Ketua) US Federal Reserve berikutnya.

Pagi ini harga emas melanjutkan pelemahan hingga kelevel $1.307.50, setelah sebelumnya dibuka dilevel $1.313.80 per troy ounce.
Para pedagang emas kemarin melihat dukungan awal dari berita tersebut, dengan diajukannya nama Janet Yellen sebagai kandidat nomor dua, diharapkan akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih lama dari Summers yang dikenal sangat Hawkish.

" Kami mengasumsikan berdasarkan pidato Yellen bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk waktu yang cukup lama. The Fed akan mentargetkan untuk menurunkan tingkat pengangguran ke target baru yang bisa melebihi 5,5 % tidak lagi hanya 6,5% , " tulis Chris Rupkey , managing director Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ , dalam sebuah catatan penelitian .
" FOMC berpikir bahwa waktu untuk kenaikan suku bunga pertama adalah pada bulan September atau Oktober 2015. Tetapi dalam pidato-pidatonya Yellen menjelaskan , Fed dapat menunda hal ini ke tahun berikutnya , yaitu pada bulan September 2016. Jika Anda adalah pengamat The Fed mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan selama beberapa tahun ke depan, terutama yang berhubungan dengan suku bunga jangka pendek. Akan tetap nol lebih lama dari yang pernah Anda bayangkan , " tambah Rupkey .

Mengamati pergeseran dari grafik harian (daily chart) , emas berjangka pengiriman Desember ditutup pekan lalu dengan penurunan yang solid. Kontrak emas Desember mematahkan trendline bullish kenaikannya ( terlihat warna merah pada daily chart bagian bawah) dan jatuh di bawah garis moving average 20-hari serta 40 -hari, yang kemungkinan akan diikuti oleh para pedagang sebagai trend bearish jangka pendek maupun jangka menengah.
Harga emas masih akan mencari supportnya dalam waktu dekat . Support pertama terlihat di harga terendah Jumat ($ 1,304.60) . Jika level ini ditembus, bagaimanapun, trend bearish ini akan menguji ayunan berikutnya menuju support terpenting yaitu harga terendah pada 7 Agustus lalu di $ 1,271.80 , (yang ditandai dengan titik A pada tabel di bawah).

Ayunan rendah tersebut juga kira-kira akan bertepatan dengan level 61,8 % Fibonacci retracement dari rally yang berawal dari harga terendah pada akhir Juni lalu, yang akan menambah dukungan didalam zona support tersebut.
Memperhatikan momentum yang ada di bagian bawah grafik, Relative Strength Index (RSI) 9 hari telah jatuh ke tingkat " oversold " di bawah 30 % . Pasar bisa tetap oversold untuk beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu pada tren penurunan yang kuat , tapi hal itu memberikan sinyal bahwa emas menjadi rentan terhadap rally yang bisa muncul setiap saat. Melihat kekiri pada indikator RSI 9 hari dalam beberapa bulan terakhir , trend yang terjadi adalah pola konsolidasi, sementara bila indikator RSI tersebut menyentuh wilayah lebih rendah di 12-15 %, hal itu akan menunjukkan kemungkinan trend penurunan untuk jangka pendek, sebelum akhirnya akan dijumpai harga rendah yang cukup kuat untuk menjadi dukungan untuk emas .

Para trader akan mengamati hasil dari pertemuan US Federal Reserve minggu ini secara ketat. Tidak dilaksanakannya taperingakan cenderung mengantar " dorongan rally " untuk logam kuning . Tapi pelaksanaan tapering walau kecil, juga bisa mengakibatkan pola “Sell on Rumours dan Buy on Fact ", terutama dalam harapan bahwa calon Gubernur Fed yang baru, Janet Yellen , sedang menunggu dengan kebijakannya yang akomodatif.

Data Ekonomi yang dirilis pada pekan ini meliputi data indeks harga konsumen, existing home sales, dan indeks manufaktur Philadelphia, disamping keputusan penting oleh hasil rapat FOMC yang akan dikeluarkan pada hari Rabu malam (Kamis dinihari).

Mario Prabowo

Sumber: www.kitco.com

.

Monday, August 19, 2013

Analisa Tehnikal Harga Emas Mingguan 19-23 Agustus


Spot emas diperdagangkan lebih tinggi di bagian awal sesi perdagangan Asia di hari Senin (19/8), mencapai harga tertinggi baru untuk dua bulan dan melanjutkan kinerja terbaik mingguan sejak pekan lalu. Sementara perak naik untuk hari kesembilan, reli terpanjang sejak Maret 2008.

Pada sesi pagi emas diperdagangkan hingga menyentuh level $1.384.50, naik sekitar 0,8% dari level pembukaannya di $1.375.90 per troy ounce
Emas naik untuk delapan sesi, meraih kenaikan 8%, karena permintaan yang kuat investor pada emas mempertimbangkan kemungkinan bahwa pembelian asset obligasi bulanan oleh Federal Reserve masih akan tetap berlanjut, telah membantu mendorong logam lebih tinggi.

Dari World Gold Council dilaporkan pada pekan lalu, bahwa permintaan konsumen melonjak 376,5 metrik ton menjadi 1,083.2 ton pada kuartal kedua. Permintaan dari China dan India masing-masing telah melambung ke rekor 1.000 ton pada tahun 2013, World Gold Council menambahkan.
Sentimen untuk emas telah menjadi kuat, sebagai dampak atas penurunan tajam bursa saham AS dan pelemahan dolar memikat investor untuk membeli emas sebagai alternatif investasi di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan fisik.

Data ekonomi AS yang selama ini dimonitor, digunakan oleh para investor, untuk mengukur kapan Federal Reserve AS akan mulai melakukan tapering program stimulus bulanannya.
Pada (09:54 GMT +3), indeks dolar diperdagangkan disekitar 81,40 setelah dibuka pada 81,30 - USDIX yang mencapai tertinggi 81,42 dan terendah 81,24.

Bullion untuk pengiriman segera (immediate delivery) menguat setelah laporan menunjukkan kepemilikan di SPDR Gold Trust,  produk exchange-traded fund yang berbasis emas terbesar di dunia, naik 0,4 persen pekan lalu menjadi  915,32 ton - kenaikan pertama sejak November 2012.

Tehnikal
Pada hari Jumat Harga emas diperdagangkan lebih tinggi dengan 0,92% terhadap dolar pada periode yang berakhir 21:00 GMT, di 1.376,87 per ounce, karena greenback jatuh pada mengecewakan atas Data sentimen konsumen AS, menipiskan harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat.

Di sesi Asia pada 0300 GMT, Emas diperdagangkan pada 1.382,28, 0,39% lebih tinggi dari penutupan Jumat.
Emas diperkirakan akan menemukan support di 1.365,20, penembusan kebawah level ini bisa membawa ke level support berikutnya di 1.348,11. Tapi bila level ini bertahan, emas diperkirakan akan menemukan resistance pertama di 1.391,96 . Penembusan kuat di atas 1391,00 dapat membuka pintu untuk tingkat ekstensi 200 persen, menuju resisten kunci di daerah 1.420,00 . Secara keseluruhan, kami masih melihat kenaikan lebih lanjut sebelum harga melemah kembali.

Data ekonomi yang akan dirilis minggu ini meliputi data penjualan rumah existing pada hari Rabu (21.00wib), data pengangguran mingguan pada hari Kamis (19.30wib), dan data penjualan rumah baru (US New Home Sales) pada hari Jumat (21.00wib).

(Mario Prabowo)

Lihat Disclaimer


Friday, August 16, 2013

Analisa Tehnikal Emas Jumat 16 Agustus 2013

Oleh: Ir. Rio Prabowo
 
Harga emas meroket pagi ini mendekati level 1373. Data Ekonomi AS yang dirilis semalam menimbulkan gejolak pada nilai tukar dollar AS. Data CPI dan Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan yang bagus membuat dollar AS menguat. Data CPI y/y berhasil mencapai angka 2% sementara klaim tunjangan pengangguran mingguan tercatat di level terendah dalam 6 tahun yakni sebesar 320 ribu klaim.
Namun data Capital Inflow yang memperlihatkan arus dana asing yang keluar cukup deras dan data indeks manufaktur buruk membuat dollar AS kembali melemah. Indeks dollar AS terseret melemah cukup dalam kemarin dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Indeks dollar AS ditutup turun 0,67%. Pelemahan dollar AS ini berimbas pada kenaikan harga emas.
Harga emas kini berada di kisaran 1366. Momentum penguatan terlihat masih ada di pasar. Namun penguatan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan level resisten 1376 yang juga merupakan kisaran level MA 100 grafik harian, dengan potensi target ke area 1390-an. Sementara support terdekat di kisaran level 1358. Penembusan ke bawah level support ini membuka peluang pelemahan kembali ke level 1345.
 
Malam ini data ekonomi AS yang bisa menjadi market movers adalah data perumahan (ijin membangun bangunan) dan housing starts serta data survei sentimen konsumen AS oleh Universitas Michigan. Menjelang rapat moneter Fed bulan September yang diisukan akan diambil keputusan pengurangan stimulus, pasar makin memperhatikan data-data ekonomi AS dan bereaksi terhadap hasil data-data tersebut.
 
 
Lihat Disclaimer
 
 

Monday, August 12, 2013

Analisa Mingguan Harga Emas 12-16 Agustus 2013


Pada sesi perdagangan Jumat, harga emas diperdagangkan sedikit lebih tinggi terhadap USD untuk ditutup di $1.314,40 per ounce, di tengah tanda-tanda perbaikan ekonomi Cina.

Pagi ini emas kembali menunjukkan penguatannya, Di awal perdagangan sesi Asia, harga emas melonjak hingga $1.333,60. Dan memasuki awal perdagangan sesi Eropa, saat ini harga emas masih berada dikisaran $1.327 per troy ounce.
Sentimen positif didapatkan dari data-data ekonomi China yang terlihat mulai membaik seperti data ekspor impor dan data produksi industri-nya yang naik melebihi ekspektasi pasar.  Data-data China yang positif ini mendorong persepsi permintaan bahan baku China akan bangkit kembali, termasuk permintaan terhadap emas.

Bias intraday pergerakan emas adalah Bulish, dengan target resistan berikutnya adalah dilevel $1.346.00. Penembusan level resistan ini akan membuka peluang penguatan lebih lanjut ke $1.366 dan $1.378.
Sementara di sisi bawahnya, bila terjadi pelemahan menembus $1.324.00 (low hari ini), maka support berikutnya berada di $1.312, jatuh lagi dibawah level ini berpotensi untuk melemah kembali hingga support kunci di $1.300.00.

Agenda data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini meliputi: Data Penjualan Retail pada hari Selasa, Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Rabu, Consumer Price Index (CPI) dan Klaim Pengangguran minguan pada hari Kamis, serta data Sentimen Konsumen pada hari Jumat.

(Mario Prabowo)

 
 
 
 

Monday, August 5, 2013

Analisa Mingguan Harga Emas 5-9 Agustus 2013

Emas naik tajam pada hari Jumat, rebound dari posisi terendah sebelumnya, setelah sinyal yang beragam dari laporan data NFP AS menunjukkan bahwa The FED saat ini masih akan memberlakukan kebijakan moneter yang akomodatif. Tapi meski menguat, pergerakan emas tertahan resistan di 1318 yang terbentuk setelah kenaikan tersebut.


Emas terus menghadapi tekanan dalam 55 hari pergerakan garis EMA (Exponential Moving Average) dan berusaha untuk melaluinya hingga sejauh ini. Kenaikan lebih lanjut masih akan terjadi bila Support kuat di 1.269 tetap dapat dipertahankan. Pada titik ini kita mengharapkan resistan kuat akan terbentuk di kisaran 1.487 sebelum harga berbalik dan melakukan pola turun berikutnya. Pada sisi negatifnya, penurunan di bawah 1.269 akan menunjukkan bahwa pemulihan dari 1.179 (harga terendah Juni) sudah selesai dan harga akan kembali jatuh.


Jumat kemarin emas telah menembus kembali level di bawah support penting 1.300.00, sehingga tekanan lebih lanjut dapat terjadi seperti sekarang ini, fase koreksi atas trend bullishmungkin saja telah berakhir. Bila support 1.300 ini kembali ditembus, target penurunan berikutnya adalah di 1.267,00, sementara pivot pembalikan arah berada di support kunci 1.308,00.

Support          : 1308,00, 1300.00, 1.294,00, 1.285,00, 1275,00, 1268,00

Resistance     : 1318,00, 1323,00, 1338,00, 1347,00, 1362,00, 1374,00

Kontrak Gulir Emas Comex  Grafik 4 Jam
 
 
 
 
Kontrak Gulir Emas Comex  Grafik Daily


 
 
 

Tuesday, July 30, 2013

Analisa Tehnikal Emas Selasa 30 Juli 2013


Stabilnya nilai dollar hari ini (Selasa, 30/7) menyebabkan harga emas dunia cenderung tertekan karena para pelaku pasar menantikan hasil rapat Federal Reserve Amerika yang sedianya akan disampaikan hari Rabu besok. 

Pada sesi siang di perdagangan Asia, harga emas tercatat melemah hingga $1.317.80/troy ons setelah sebelumnya pada sesi pagi hanya mampu menguat ke level $1.330.20.

Secara tehnikal Emas masih berkonsolidasi setelah penembusan resistan kuat di 1300 dan masih memiliki potensi penguatan lanjutan untuk mempertahankan  pola Bulish nya pada hari ini selama harga tidak mengarah kembali untuk menembus level 1300 yang sekarang menjadi Suport kunci.

Hari ini rilis data ekonomi yang mungkin bias menjadi faktor penggerak adalah data kepercayaan konsumen AS (Consumer Confidence) yang dikeluarkan oleh The Conference Board Inc. Data ini akan dirilis pada jam 21.00 wib.

Support          :           1.322,00, 1310,00, 1300,00, 1294,00, 1285,00


Resistance     :           1.338,00, 1350.00, 1360,00, 1365,00, 1375,00


(Mario Prabowo)





Analisa Tehnikal Emas Selasa 30 Juli 2013


oleh: Ir. Rio B. Prabowo
Stabilnya nilai dollar hari ini (Selasa, 30/7) menyebabkan harga emas dunia cenderung tertekan karena para pelaku pasar menantikan hasil rapat Federal Reserve Amerika yang sedianya akan disampaikan hari Rabu besok. 

Pada sesi siang di perdagangan Asia, harga emas tercatat melemah hingga $1.317.80/troy ons setelah sebelumnya pada sesi pagi hanya mampu menguat ke level $1.330.20.

Secara tehnikal Emas masih berkonsolidasi setelah penembusan resistan kuat di 1300 dan masih memiliki potensi penguatan lanjutan untuk mempertahankan  pola Bulish nya pada hari ini selama harga tidak mengarah kembali untuk menembus level 1300 yang sekarang menjadi Suport kunci.

Hari ini rilis data ekonomi yang mungkin bias menjadi faktor penggerak adalah data kepercayaan konsumen AS (Consumer Confidence) yang dikeluarkan oleh The Conference Board Inc. Data ini akan dirilis pada jam 21.00 wib.

Support          :           1.322,00, 1310,00, 1300,00, 1294,00, 1285,00

Resistance     :           1.338,00, 1350.00, 1360,00, 1365,00, 1375,00

(Mario Prabowo)



Friday, July 26, 2013

Analisa Tehnikal Emas, Jumat 26 Juli 2013


Harga emas diperdagangkan lebih tinggi tadi malam, naik sebesar 1,43% terhadap dolar untuk ditutup , di 1.334,63 per ounce, sebagai dampak penurunan greenback atas meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan meyakinkan investor bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif pada pertemuan FOMC minggu depan, setelah data yang dirilis menunjukkan bahwa lebih banyak orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran.

Di sesi Asia dan awal pembukaan sesi Eropa, Emas diperdagangkan lebih tinggi hingga menyentuh $1.340.70 level tertinggi harian. Saat ini emas masih bergerak konsolidasi di kisaran level $1.330 per troy ounce.

Logam kuning saat ini diperdagangkan di atas 20 garis rata-rata 20 dan 50 hari Moving Average. Emas diperkirakan akan menemukan support di 1.318,35, penembusan support ini bias membawa pergerakan harga  ke level support berikutnya di 1.297,65. Sementara untuk pergerakan keatas, Emas diperkirakan akan menemukan resistance pertama di 1.350,48, dan kenaikan lanjutan dapat membawa kelevel resistance berikutnya di  1.361,91.

Malam ini data Consumer Sentiment dan ekspektasi atas inflasi yang direvisi oleh University of Michigan akan dirilis pada jam 20.55 wib, dapat menjadi market mover selanjutnya bagi pergerakan harga emas.

 (Mario Prabowo)


Tuesday, July 23, 2013

Analisa Tehnikal Emas Selasa 23 Juli 2013

GOLD ditutup naik tajam pada Senin karena berlanjutnya rally sejak harga terendah yang dicapai pada bulan Juni. Pernyataan ketua FED, kebijakan suku bunga pinjaman di China dan pelemahan Dolar, serta data ekonomi yang dirilis dibawah ekspektasi pasar menjadi kombinasi yang lengkap penguatan emas baru-baru ini.

Emas menembus ke atas, mencapai wilayah yang kami targetkan  di 1.330,00 resistan kuat sebelumnya. Harga mungkin masih akan memperpanjang trend bullish, namun akan tertahan pada garis 50-hari SMA (Simple Moving Average) dan tahanan horizontal di sekitar 1.338,00, di mana kita dapat melihat tekanan downside baru dari daerah kunci tersebut. Sebuah penembusan (breakout) di atas resistance di 1.338,00 akan berpotensi kembali sebagi sinyal pembalikan arah keatas. Stochastics dan RSI tetap netral terhadap sinyal bullish, mengindikasikan pola sideways yang menguat dalam jangka pendek.

Support:         1323,00,  1315,40, 1308,00

Resistance:    1338,00, 1350,00, 1360,00




Monday, July 22, 2013

Analisa Tehnikal Emas Senin 22 Juli 2013


Emas berhasil menghancurkan level resistance kunci terhadap dolar AS kisaran 1300. Penembusan ini didahului oleh perpotongan bullish pada grafik 4jam MACD dan penembusan RSI trend line, yang bila dikombinasikan dengan order pembelian di sekitar 1300, akan membukukan kenaikan lebih jauh.

Namun, pergerakan XAUUSD mungkin belum keluar dari kemelut. RSI mendekati wilayah overbought dan pergerakan akan mendekati level resistance berikutnya di kisaran 1.330- (61,8% level Fibonacci retracement yang ditarik dari tertinggi bulan Juni dan penurunan 25% dari level tertinggi di 2012. Selanjutnya, pergerakan masih dapat melihat formasi bearish flag yang terjadi karena penurunan setelah menembus resistan 1420.

Meskipun demikian, penembusan yang kuat diatas level 1300 akan menjaga pergerakan berada dalam tren kenaikan saat ini dan dapat membuka pintu untuk kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat. Juga, bila terjadi penembusan dari zona resistan tersebut (sekitar 1330-1335) dapat membuka pintu untuk pembalikan arah atas penurunan dan aksi jual besar-besaran yang terjadi tahun ini. Hal ini dapat dimungkinkan bila diikuti juga dengan perpotongan MACD pada grafik candlestick harian (daily).

Resistan:

1330-1335 – ( fib. Retracement 61,8% dari tertinggi Juni dan 25% penurunan dari harga tertinggi di 2012)

1415-1425 – (fib. Retracement 38,2% dari level tertinggi  2012 dan resistansi sebelumnya)

1490- (fib. Retracement 50% dari level tertinggi  2012 dan resistansi sebelumnya)


Support:
1300
1270 – support sebelumnya
1180 – level terendah sejak Juli 2010
(Mario Prabowo)





Monday, June 3, 2013

Analisa Tehnikal Emas Kamis 20/06/2013

Harga Emas jatuh untuk hari keempat kelevel terendah dalam sebulan terakhir setelah ketua Federal Reserve, Ben S. Bernanke mengatakan akan mengurangi pembelian aset obligasi pemerintah pada akhir tahun ini, seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi di negara tersebut. Fed juga menaikan outlook pertumbuhan ekonomi dengan memprediksi pertumbuhan 2014 akan lebih tinggi dari 2013 dan tingkat pengangguran sebesar 6,5% kemungkinan akan tercapai di 2014 dari proyeksi sebelumnya di 2015. Ekspektasi pengurangan stimulus ini mendorong penguatan dollar AS dan bisa mengurangi likuiditas di pasar yang menyebabkan bursa saham dan harga komoditi melemah.
Harga emas pagi ini telah menyentuh level rendah 1338 dan kini berada di kisaran 1344. Jika level rendah ini kembali ditembus, potensi target berikutnya adalah level terendah tahun ini di 1321 dan level psikologis 1300.
Sementara resisten terdekat berada di 1348, pergerakan di atas level resisten ini membuka peluang penguatan kembali ke level 1354. Namun pergerakan emas masih berada dalam tekanan turun selama berada di bawah level 1362 (level 61,8% fibonacci retracement dari 1339-1376).
Malam ini data ekonomi yang akan dirilis adalah data klaim tunjangan pengangguran AS dan data penjualan rumah (existing home sales) bisa menjadi penggerak harga. Klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada jam 19.30 wib diestimasikan naik oleh para analis menjadi 343K dari 334K pada minggu lalu. Sementara data penjualan rumah (dirilis jam 21.00) diperkirakan naik menjadi 5.01M dari bulan lalu di 4.97M. (Sumber: www.forexfactory.com)

(Mario Prabowo)

Wednesday, May 29, 2013

Analisa Tehnikal Emas Rabu 29 Mei 2013

Dollar AS menguat pagi ini terkait membaiknya data survei tingkat keyakinan konsumen semalam 76.2 vs data bulan sebelumnya 69.0. Namun meski sempat tertekan ke 1379 pagi ini, harga emas mampu rebound kembali ke area 1389. Ini mengindikasikan buyer masih cukup besar di pasar dalam jangka pendek.
Momentum kenaikan emas hari ini masih terjaga selama emas masih bisa bertahan di atas area 1383 (level 61.8% fibonacci retracement antara 1379-1389). Potensi penguatan emas bisa ke area 1400.
Kuatnya pembelian emas fisik pada hari selasa, hanya sedikit menopang emas dari pelemahannya karena menguatnya dollar. Emas juga mendapatkan tekanan dari grafik yang berbasis order jual yang mana itu juga menghentikan pemulihan emas setelah gagal menembus keatas MA 14-hari di dekat area $1400/onz, sehingga memicu aksi jual.
“Bagusnya data US terus membebani emas,” kata Thomas Capalbo, broker di Newedge Group di New York dalam wawancara di telepon.” Dan juga ditambah dengan adanya penarikan pada  investasi di ETF yang menunjukkan bahwa momentum pembeli masih bearish.
Di sisi lain, harga emas yang masih berada di bawah 1400 juga masih menyimpan potensi turun yang cukup besar. Penembusan level support 1383 bisa membuka peluang pelemahan lanjutan ke area 1373-1379.
Sore ini, data-data ekonomi dari Eropa bisa menjadi market mover seperti data tingkat pengangguran Jerman, lelang obligasi Spanyol dan data penjualan Inggris. Buruknya data-data ini akan merefleksikan buruknya kondisi perekonomian yang bisa menekan harga emas dan sebaliknya.

(Mario Prabowo)

 
Back to Top