Kontak Perkasa, Selasa (17/9) - Harga Emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember memangkas kenaikan yang terjadi kemarin menyusul berita mengejutkan bahwa Larry Summers menarik diri dari pencalonan untuk menjadi Chairman (Ketua) US Federal Reserve berikutnya.
Pagi ini harga emas melanjutkan pelemahan hingga kelevel $1.307.50, setelah sebelumnya dibuka dilevel $1.313.80 per troy ounce.
Para pedagang emas kemarin melihat dukungan awal dari berita tersebut, dengan diajukannya nama Janet Yellen sebagai kandidat nomor dua, diharapkan akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih lama dari Summers yang dikenal sangat Hawkish.
" Kami mengasumsikan berdasarkan pidato Yellen bahwa suku bunga akan tetap rendah untuk waktu yang cukup lama. The Fed akan mentargetkan untuk menurunkan tingkat pengangguran ke target baru yang bisa melebihi 5,5 % tidak lagi hanya 6,5% , " tulis Chris Rupkey , managing director Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ , dalam sebuah catatan penelitian .
" FOMC berpikir bahwa waktu untuk kenaikan suku bunga pertama adalah pada bulan September atau Oktober 2015. Tetapi dalam pidato-pidatonya Yellen menjelaskan , Fed dapat menunda hal ini ke tahun berikutnya , yaitu pada bulan September 2016. Jika Anda adalah pengamat The Fed mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan selama beberapa tahun ke depan, terutama yang berhubungan dengan suku bunga jangka pendek. Akan tetap nol lebih lama dari yang pernah Anda bayangkan , " tambah Rupkey .
Mengamati pergeseran dari grafik harian (daily chart) , emas berjangka pengiriman Desember ditutup pekan lalu dengan penurunan yang solid. Kontrak emas Desember mematahkan trendline bullish kenaikannya ( terlihat warna merah pada daily chart bagian bawah) dan jatuh di bawah garis moving average 20-hari serta 40 -hari, yang kemungkinan akan diikuti oleh para pedagang sebagai trend bearish jangka pendek maupun jangka menengah.
Harga emas masih akan mencari supportnya dalam waktu dekat . Support pertama terlihat di harga terendah Jumat ($ 1,304.60) . Jika level ini ditembus, bagaimanapun, trend bearish ini akan menguji ayunan berikutnya menuju support terpenting yaitu harga terendah pada 7 Agustus lalu di $ 1,271.80 , (yang ditandai dengan titik A pada tabel di bawah).
Ayunan rendah tersebut juga kira-kira akan bertepatan dengan level 61,8 % Fibonacci retracement dari rally yang berawal dari harga terendah pada akhir Juni lalu, yang akan menambah dukungan didalam zona support tersebut.
Memperhatikan momentum yang ada di bagian bawah grafik, Relative Strength Index (RSI) 9 hari telah jatuh ke tingkat " oversold " di bawah 30 % . Pasar bisa tetap oversold untuk beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu pada tren penurunan yang kuat , tapi hal itu memberikan sinyal bahwa emas menjadi rentan terhadap rally yang bisa muncul setiap saat. Melihat kekiri pada indikator RSI 9 hari dalam beberapa bulan terakhir , trend yang terjadi adalah pola konsolidasi, sementara bila indikator RSI tersebut menyentuh wilayah lebih rendah di 12-15 %, hal itu akan menunjukkan kemungkinan trend penurunan untuk jangka pendek, sebelum akhirnya akan dijumpai harga rendah yang cukup kuat untuk menjadi dukungan untuk emas .
Para trader akan mengamati hasil dari pertemuan US Federal Reserve minggu ini secara ketat. Tidak dilaksanakannya taperingakan cenderung mengantar " dorongan rally " untuk logam kuning . Tapi pelaksanaan tapering walau kecil, juga bisa mengakibatkan pola “Sell on Rumours dan Buy on Fact ", terutama dalam harapan bahwa calon Gubernur Fed yang baru, Janet Yellen , sedang menunggu dengan kebijakannya yang akomodatif.
Data Ekonomi yang dirilis pada pekan ini meliputi data indeks harga konsumen, existing home sales, dan indeks manufaktur Philadelphia, disamping keputusan penting oleh hasil rapat FOMC yang akan dikeluarkan pada hari Rabu malam (Kamis dinihari).
Mario Prabowo
Sumber: www.kitco.com
.