KPF JAKARTA (20/08) - Pasar saham Asia jatuh pada Selasa, dengan pasar di Jepang jatuh ke delapan minggu terendah karena ketidakpastian yang sedang berlangsung atas kelanjutan program stimulus bank sentral AS masih membebani sentimen.
Investor tetap berhati hati menjelang risalah rapat Juli, dirilis pada hari Rabu, untuk indikasi lebih lanjut pada saat bank sentral mungkin mulai untuk membatasi program pembelian aset USD85 miliar per bulan.
Program stimulus The Fed dipandang oleh banyak investor sebagai pendorong utama dalam meningkatkan harga ekuitas global.
Pada akhir perdagangan Asia, Hong Kong Hang Seng Index turun 1,7%, Indeks ASX/200 Australia berakhir 0,7% lebih rendah, sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 2,6%.
Di Tokyo, indeks Nikkei jatuh ke level terendah sejak 28 Juni karena yen melemah memperkuat dolar AS, membebani sentimen.
USD / JPY turun ke 97,17, bergerak melemah dari sesi sebelumnya pada 98,11. Penguatan yen mengurangi nilai pendapatan luar negeri perusahaan Jepang, meredam prospek pendapatan ekspor.
Di tempat lain, di Australia, ASX/200 Indeks acuan berakhir di level terendah sejak 12 Agustus.
Rio Tinto dan BHP Billiton turun 1% dan 1,4%, sementara Sundance Resources dan Newcrest Mining merosot 3%.
Dalam berita pendapatan, raksasa asuransi QBE Insurance Group anjlok 5,5% setelah melaporkan laba yang lebih rendah dan memotong prospek pendapatan.
Sementara itu, di Hong Kong, Hang Seng jatuh ke terendah satu minggu, sebagai produsen bahan baku menurun setelah harga minyak dan logam melemah di New York pada hari Senin.
Saham PetroChina dan CNOOC kehilangan 2,8% 1,2%, sedangkan Jiangxi Copper dan Zijin Mining Group turun 4,4% dan 5%.
D sisi lain, pasar saham berjangka Eropa di buka yang lebih rendah, di tengah ketidakpastian atas kelanjutan program stimulus ekonomi oleh Federal Reserve.
EURO STOXX 50 berjangka kehilangan 0,6% pada pembukaan, CAC 40 Prancis berjangka turun 0,5%, FTSE 100 futures London menunjuk penurunan sebesar 0,6%, sementara DAX Jerman berjangka menunjuk dengan kerugian 0,7% pada pembukaan.
Di Jerman, data resmi pada hari Selasa menunjukkan bahwa inflasi harga produsen turun 0,1% pada bulan Juli dari bulan sebelumnya dan 0,5% lebih tinggi pada basis tahun ke tahun. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan bulan ke bulan 0,2% dan kenaikan tahunan 0,7%.










0 komentar:
Post a Comment