English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, August 21, 2013

Emas Menantikan Risalah Rapat FOMC


Emas berjangka diperdagangkan sedikit lebih rendah sejak awal sesi perdagangan Asia Rabu (21/8), berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian karena pedagang lebih banyak mengambil sikap “wait and see” menjelang rilis hasil rapat dari Federal Reserve (FOMC meeting), pertemuan kebijakan moneter terbaru yang akan dirilis pada Rabu malam ini.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman September turun 0,20% menjadi USD1, 369,70 per troy ounce di perdagangan Asia Rabu. Kontrak September menetap lebih tinggi sebesar 0,51% pada USD1,372,50 per ons pada Selasa (20/8).

Emas berjangka kemungkinan besar akan bergerak dalam kisaran titik support terjauh di USD1,315,40 per troy ounce (terendah Rabu minggu lalu), dan resistance pada USD1,384.00, (harga tertinggi Senin).

Para pedagang berharap bahwa rilis minutes of meeting  dari Fed tersebut, yang membahas pertemuan kebijakan bulan Juli akan memberikan beberapa petunjuk tentang langkah selanjutnya yang akan diambil oleh bank sentral, mengenai program pelonggaran kuantitatif.

Perangkat stimulus seperti pembelian obligasi bulanan oleh Fed sebesar USD85 miliar cenderung melemahkan dolar dengan efek menurunkan suku bunga, membuat emas menjadi sarana lindung nilai yang menarik, selama kebijakan tersebut tetap dipertahankan. Dengan pembatasan yang telah dilakukan oleh Fed selama ini, emas berjangka telah jatuh sampai titik terendah, disaat yang bersamaan menjadi peluang bargain hunting dan melonjaknya permintaan fisik yang kuat, terutama di Asia.

Dalam berita ekonomi AS yang dikeluarkan pada hari Selasa oleh Federal Reserve Bank of Chicago, indeks aktivitas nasional untuk bulan Juli mencapai -0.15 dari -0.23 yang direvisi pada bulan Juni, meskipun angka tersebut masih jauh lebih buruk daripada ekspektasi pasar di -0.10.
Jumlah tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian data AS yang telah membantu spekulasi pasar dunia, kondisi ekonomi belum cukup kuat bagi Fed untuk menarik program stimulus.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust naik menjadi 914,12 metrik ton kemarin, setelah pekan lalu mencatat kenaikan mingguan pertamanya tahun ini. Di China, volume untuk emas kemurnian 99,99 persen naik menjadi 10.926 kilogram kemarin, tertinggi sejak 2 Agustus, menurut data dari Shanghai Gold Exchange.

(Mario Prabowo)


0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top