KONTAK PERKASA (10/12) - Saham di Asia sebagian besar melemah, terbebani oleh kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Asia. Di Cina, saham bergerak antara wilayah negatif dan positif di tengah kekhawatiran Shanghai akan mengalami kerugian lebih lanjut.
Indeks komposit Shanghai naik sebanyak 1,7% dan turun sebanyak 1,6% pada satu jam pertama perdagangan. Indeks tampak mulai stabil, setelah penurunan terburuk satu hari dalam lima tahun. Para analis mengatakan koreksi jangka pendek disebabkan performa terbaik indeks acuan.
Indeks komposit Shanghai jatuh 5,4% setelah langkah mengejutkan Beijing untuk mengendalikan pinjaman yang memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan perekonomian China.
Indeks Hang Seng turun sebesar 0,2% pada 23,445.89.
Inflasi China naik tapi dibawah perkiraan, membangun keyakinan bahwa para pembuat kebijakan akan menambah stimulus lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan, positif bagi pasar. Indeks harga konsumen China naik 1,4% dari tahun sebelumnya pada bulan November, terendah dalam lima tahun, setelah naik 1,6% pada bulan Oktober, data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan Rabu. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 1,6%.
Indeks Nikkei turun 1,5% pada 17,540.92, indeks S & P / ASX 200 turun 1,1% menjadi 5,226.30 dan indeks Kospi turun 0,6% menjadi 1,958.42.
Kelemahan kontras dengan kinerja pasar saham di AS, di mana investor semalam mampu menghindari pengaruh aksi jual global dengan memegang teguh optimisme mereka terhadap pertumbuhan ekonomi AS.
Saham Jepang turun karena yen menguat. Dolar AS diperdagangkan pada 119,47 turun dari 119,70 akhir perdagangan kemarin di New York.
Di Australia, kepercayaan konsumen merosot pada bulan Desember, sebagai akibat dari penurunan tajam perekonomian. Indeks sentimen konsumen The Westpac-Melbourne Institute turun 5,7% pada bulan Desember dari bulan November pada pembacaan 91,1 yang meningkatkan peluang terjadinya penurunan suku bunga lebih lanjut tahun depan.











0 komentar:
Post a Comment