KONTAK PERKASA (10/12) - Minyak berjangka kembali melemah setelah sempat naik pada sesi sebelumnya diperdagangkan di dekat level terendah sejak 2009 di tengah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan global.
Di ICE Futures Exchange London, minyak Brent untuk pengiriman Januari turun $ 1,16, atau 1,73%, diperdagangkan pada $ 65,69 per barel di pasar Eropa.
Sehari sebelumnya, minyak Brent jatuh ke $ 65,29, level terendah sejak Oktober 2009, sebelum berbalik menguat untuk menetap di $ 66,84, naik 65 sen, atau 0,98%.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Januari turun $ 1,13, atau 1,77%, diperdagangkan pada $ 62,69 per barel.
Minyak berjangka WTI mencapai $ 62,65 pada hari Selasa, level terlemah sejak Juli 2009, sebelum reli berakhir pada $ 63,82, naik 77 sen, atau 1,22%.
Minyak Brent telah jatuh hampir 43% sejak Juni, ketika naik mendekati $ 116, sedangkan WTI turun hampir 42% dari tertinggi $ 107,50 pada bulan Juni.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengatakan pada 27 November bahwa akan mempertahankan target produksi sebesar 30 juta barel per hari, mengecewakan harapan pedagang minyak agar menurunkan produksi guna mendukung pasar, surplus produksi di tengah melonjaknya hasil produksi di AS, yang memompa di laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun.
Perusahaan minyak milik pemerintah Irak menurunkan harga jual resmi untuk minyak mentah pada bulan Januari, menyusul langkah serupa dari Arab Saudi, menunjukkan bahwa eksportir OPEC sedang meningkatkan persaingan guna merebut pangsa pasar dengan harga minyak lebih murah.
Pedagang minyak menunggu rilis data pasokan mingguan dari AS guna mengukur kekuatan permintaan minyak dari konsumen terbesar di dunia.
Laporan pemerintah hari Rabu diperkirakan akan menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun 2,3 juta barel pekan lalu, sementara stok bensin diperkirakan akan meningkat sebesar 2,6 juta barel.
Setelah pasar ditutup hari Selasa, American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS naik 4,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 5 Desember.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa stok bensin naik 6,7 juta barel, sedangkan minyak distilasi naik 4,3 juta barel.











0 komentar:
Post a Comment