English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, November 13, 2014

Euro Menguat Setelah Laporan Inflasi Zona Euro

forex, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (13/11) - Euro menguat terhadap dolar setelah data menunjukkan bahwa inflasi di Jerman tetap lemah bulan lalu namun tingkat inflasi di Perancis berdetak lebih tinggi.

EUR / USD naik 0,15% menjadi 1,2456, bertahan di atas level terendah 26 bulan minggu lalu di 1,2356.

Data resmi menunjukkan bahwa inflasi tahunan di Jerman tidak berubah pada 0,8% pada bulan Oktober, namun justru turun 0,3% dari bulan sebelumnya.

Sementara tingkat inflasi tahunan di Perancis, ekonomi terbesar kedua zona euro, naik 0,5% bulan lalu, naik dari 0,3% pada bulan September dan sedikit diatas perkiraan 0,4%.

Di Spanyol, data menunjukkan bahwa indeks harga konsumen turun 0,1% pada Oktober dari tahun sebelumnya, melanjutkan periode penurunan harga. Pada basis bulanan, harga konsumen naik 0,5% meningkat dari 0,2% pada bulan September.

Data memicu kekhawatiran atas tingkat inflasi yang masih rendah di kawasan euro. Bank Sentral Eropa menargetkan tingkat inflasi pada kisaran 2%.

Permintaan untuk dolar terus mendapat dukungan oleh prospek kebijakan moneter divergen antara Federal Reserve dan ECB.

ECB memangkas suku bunga ke rekor terendah pada bulan September dan menerapkan langkah-langkah stimulus baru untuk mendorong pertumbuhan dan inflasi. Sebaliknya Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada tahun depan karena pemulihan ekonomi di AS terus meningkat.

Euro juga menguat terhadap yen, dengan EUR / JPY naik 0,23% menjadi 143,98.

Yen di bawah tekanan jual pada minggu ini di tengah spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengadakan pemilihan sela bulan Desember.

Spekulasi bahwa perdana menteri akan menunda kenaikan pajak penjualan yang diusulkan, yang telah dijadwalkan pad bulan Oktober 2015 juga ditimbang.

Jika Abe berhasil menang akan mengindikasikan mengalirnya dukungan pada kebijakan ekonomi dan fiskal, yang akan menekan yen.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top