KONTAK PERKASA (08/07) - Saham Asia cenderung terus tertekan pada hari Selasa dengan penguatan yen menekan Tokyo dan terkait penurunan semalam di Wall Street.
Nikkei 225 turun 0,6% karena yen menguat terhadap dolar, sedangkan S & P / ASX 200 turun 0,2% dan KOSPI turun 0,3%.
Di Cina, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,1% dan indeks komposit Shanghai naik 0,1%.
Investor juga menunggu data ekonomi China dijadwalkan akan rilis beberapa hari mendatang. Pada hari Kamis, ekonomi terbesar di kawasan ini akan merilis data perdagangan, sementara awal minggu depan akan mengeluarkan angka pertumbuhan kuartal kedua.
Dalam berita perusahaan, fokusnya adalah pada Samsung Electronics Co, yang merilis proyeksi laba yang lemah, memproyeksikan penurunan 24% laba operasional kuartal kedua dari tahun sebelumnya. Tertekan menguatnya mata uang won, yang telah mencapai tertinggi enam tahun.
Meskipun kurang dukungan, harga saham perusahaan melonjak sebanyak 2,1% lebih tinggi pada awal perdagangan, karena saham sudah jatuh 11% dalam mengantisipasi lemahnya data, meskipun segera meraih keuntungan 0,1%.
Semalam, saham AS jatuh setelah investor mengunci keuntungan dari melonjaknya saham pekan lalu dan keluar pasar menjelang laba kuartal kedua yang akan mulai minggu ini.
Dow jatuh 30 0,26%, indeks S & P 500 turun 0,39%, sementara indeks komposit NASDAQ turun 0,77%.
Saham naik minggu lalu setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa non-farm payrolls naik 288.000 pada bulan Juni, dengan mudah melampaui ekspektasi untuk kenaikan sebesar 212.000.
Goldman Sachs Group Inc mengatakan, pihaknya memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga pada kuartal ketiga 2015, bukan pada kuartal pertama 2016 seperti yang telah di prediksi sebelumnya.











0 komentar:
Post a Comment