KONTAK PERKASA (24/09) - Sebagian besar saham Asia diperdagangkan melemah pada hari Selasa karena minat terhadap aset resiko berkurang setelah kerugian ekuitas AS selama tiga hari berturut-turut.
Dalam perdagangan Asia, Selasa, Nikkei 225 Jepang turun 0,57% setelah USD / JPY diperdagangkan sedikit lebih rendah. Pasar Jepang tutup pada Senin untuk hari libur umum. Jasa keuangan dan perusahaan industri di antara yang merugi di Asia dengan eksportir menderita kerugian terbesar di Jepang.
Hong Kong Hang Seng turun 0,96% sedangkan Shanghai Composite kehilangan 0,97%. Pedagang mundur dari aset berisiko di tengah spekulasi bahwa AS sedang menuju pertarungan politik yang ketat pada tahun ini dengan perdebatan mengenai plafon utang negara yang menjulang.
Australia S & P / ASX 200 turun 0,6% karena ketidakpastian yang sedang berlangsung tentang kelanjutan jangka dekat Federal Reserve mengenai pemangkasan program stimulus moneter.
Jumat lalu oleh Presiden Fed St Louis James Bullard yang mengatakan pada hari Jumat bahwa keputusan untuk tidak dilakukan pemangkasan program pembelian obligas pada bulan September adalah bersifat sementara dan mungkin akan ada penurunan kecil dalam pembelian obligasi pada bulan Oktober.
Namun, pada hari Senin, Presiden Federal Reserve Bank of New York William Dudley mengatakan akan menahan pemangkasan sampai pemulihan ekonomi AS membuktikan berkelanjutan.
Selandia Baru NZSE 50 naik 0,28%. Pelaku pasar telah mengurangi ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand akan menaikkan suku bunga awal tahun depan, tapi kemungkinan tetap tinggi.
Kospi Korea Selatan turun 0,65% sedangkan Straits Times Index Singapura kehilangan 0,15%. S & P 500 futures turun 0,15%, sehari setelah indeks acuan AS kehilangan 0,18%.










0 komentar:
Post a Comment