KONTAK PERKASA (24/09) - Minyak berjangka diperdagangkan sedikit lebih rendah selama sesi Asia hari Selasa karena beberapa dari sebelumnya produksi Libya kembali normal serta berita peningkatan output di Eagle Ford Shale di Texas Selatan.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman November turun 0,27% menjadi USD103.31 per barel di perdagangan Asia Selasa. Kontrak November menetap lebih rendah sebesar 1,11% pada USD103.59 per barel pada Senin.
Minyak telah turun tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah ketegangan di Suriah telah surut. Secara umum keamanan dikawasan Timur Tengah lebih stabil, Iran dilaporkan telah membebaskan 80 tahanan politik sebelum perjalanan Presiden Hassan Rohani ke PBB. Iran adalah produsen OPEC terbesar ketiga.
Selama akhir pekan, dilaporkan bahwa Libya mulai kembali beroperasi setelah para pengunjuk rasa membuka kembali akses ke fasilitas kilang minyak pada akhir pekan lalu mengirimkan harga minyak jatuh pada hari Senin. Produksi Libya diharapkan untuk kembali ke sekitar 700.000 barel per hari dalam beberapa minggu mendatang.
Libya mempunyai cadangan minyak terbesar di Afrika.
Di tempat lain, Komisi Kereta Api Texas mengatakan ladang kilang minyak Eagle Ford Shale memproduksi 569.191 barel per hari, naik 36% dari tahun lalu. Output Mei direvisi menjadi 656.853 barel per hari dari laporan awal dari 617.884, menurut Bloomberg. Eagle Ford adalah salah satu ladang minyak terbesar di AS
Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman November turun tipis 0,02% menjadi USD107.98 per barel di ICE Futures Exchange.










0 komentar:
Post a Comment