KONTAK PERKASA (13/09) - Harga minyak berjangka diperdagangkan sedikit lebih tinggi di bagian awal Jumat Asia saat pembicaraan antara AS dan Rusia mengenai situasi di Suriah akan berlangsung.
Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Oktober naik tipis 0,02% menjadi USD18.62 per barel di perdagangan Asia Jumat. Kontrak Oktober ditutup naik 0,97% pada USD108.60 per barel pada hari Kamis.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan bertemu dengan Sergei Lavrov di Jenewa nanti untuk membahas persyaratan bagi Suriah untuk menyerahkan senjata kimianya.
Minyak naik di tengah kekhawatiran pembicaraan dapat menjumpai kendala dan kemungkinan akan terjadi serangan militer terbatas terhadap Suriah, yang dapat menyebabkan meluasnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah serta dapat mengancam pasokan minyak secara global.
Namun, Libya yang merupakan penghasil minyak yang terbesar di Afrika saat ini sedang menghadapi perselisihan politik yang sudah berlangsung selama dua tahun dan mengakibatkan merosotnya produksi minyak.
Saat ini di Libya sedang terjadi perselisihan perburuhan yang menghambat produksi Libya. Pada awal September, produksi Libya jatuh ke hanya 150.000 barel per hari, meskipun memiliki kapasitas untuk memproduksi 1,6 juta barel per hari. Ekspor turun menjadi 80.000 barel per hari, menurut National Public Radio.
Sebelum Musim Semi di Arab pada awal tahun 2011, Libya memproduksi lebih dari 1 juta barel per hari. Negara ini adalah penghasil minyak terbesar di Afrika.
Badan Energi Internasional menambahkan bahwa pasokan minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak turun 260.000 barel menjadi 30.510.000 barel per hari pada bulan Agustus, karena menurunnya produksi dari Libya.
Di tempat lain, Brent crude futures untuk pengiriman Oktober turun 0,05% menjadi USD111.75 per barel di ICE Futures Exchange.










0 komentar:
Post a Comment