English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, September 2, 2013

Minyak Melemah Setelah PMI China

suriah, pertamina, pilkada jatim
KPF NEWS JAKARTA (02/09) - Minyak mentah turun pada hari Senin, di tengah membaiknya data dari sektor manufaktur Cina.

Harga minyak jatuh lebih dari 2 % pada pembukaan setelah Presiden AS Barack Obama menunda serangan segera terhadap Suriah .

Harga minyak sempat reli pada pekan lalu di tengah indikasi AS akan segera mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Bashar al Assad .

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah berjangka light sweet untuk pengiriman Oktober diperdagangkan pada USD106.69 per barel selama perdagangan pagi di Eropa, turun 0,9 %.

Minyak turun sebanyak 2,4 % di awal sesi ke level terendah harian USD105.06 per barel, level terlemah sejak 23 Agustus. Kontrak Oktober di tutup 1,05 % lebih rendah pada USD107.65 per barel pada hari Jumat .

Minyak berjangka kemungkinan besar akan mencari support di USD104.32 per barel, terendahnya dari tanggal 23 Agustus dan resistance pada USD108.74 per barel, tertinggi Jumat .

Volume perdagangan diperkirakan akan tetap bergairah pada hari Senin, sementara pasar AS tutup untuk libur Hari Buruh. Perdagangan reguler pada Comex akan dilanjutkan pada Selasa setelah libur Hari Buruh Senin.

Harga minyak jatuh sebelumnya di tengah harapan yang memudar tentang aksi militer AS terhadap Suriah .

Presiden Obama mengatakan Jumat bahwa ia akan meminta persetujuan Kongres AS sebelum memerintahkan serangan militer terhadap Suriah.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi 27 bulan ke USD112.22 per barel pada 28 Agustus di tengah meningkatnya spekulasi AS akan bergerak lebih cepat untuk mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Suriah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa AS akan menghukum Presiden Suriah Bashar al Assad untuk perbuatan brutal dan keji dengan melakukan serangan senjata kimia yang menewaskan hampir 1.500 orang di Damaskus pekan lalu.

Di tempat lain, di ICE Futures Exchange, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 0,5 % diperdagangkan pada USD113.41 per barel, dengan selisih antara Brent dan minyak mentah USD6.72 per barel.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top