Harga emas mendapatkan tekanan turun dari isu serangan ke Suriah yang mereda dan isu tapering bank sentral AS yang kembali menguat. Presiden Obama berencana meminta persetujuan Kongres terlebih dahulu mengenai rencana aksi militer ke Suriah dan ini membutuhkan waktu sekitar 9 hari. Sementara bagusnya data-data ekonomi AS belakangan ini menguatkan kembali isu pengurangan stimulus bank sentral AS.
Market Amerika Libur
Pasar AS ditutup hari ini untuk liburan Hari Buruh. Volume perdagangan berjangka berada 30 persen di bawah rata-rata dalam 100 hari terakhir untuk hari ini, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Bullion yang tadi pagi sempat menguat hingga kelevel $1,398.20 dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan pertambangan untuk melakukan penjualan.
US Commodity Futures Trading Commission menunjukkan data dimana para Fund Manager menaikkan posisi “beli” mereka, atau taruhan pada harga yang lebih tinggi, sebesar 34 persen dalam seminggu hingga 27 Agustus lalu, ketika kepemilikan kontrak jangka pendek turun 37 persen.
Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg juga melaporkan bahwa kepemilikan ETP yang didukung emas, naik tiga minggu terakhir, meningkat 7,8 metrik ton dari level terendah tiga tahun di 1,946.9 ton pada 8 Agustus,.
Para pemimpin Kongres AS telah sepakat untuk melanjutkan perdebatan tentang aksi militer terhadap Suriah setelah anggota parlemen kembali dari reses mereka pada tanggal 9 September. Sementara Parlemen Inggris pekan lalu menolak penyerangan yang diusulkan oleh AS.
Tehnikal
Harga Emas saat ini berada dalam kisaran $1,392 per troy ounce. Support terdekat terlihat di kisaran 1388 dan resisten terdekat di kisaran 1398. Tekanan kembali ke bawah area suppport terdekat tersebut, bisa menekan harga emas kembali ke area 1370 an. Sementara penguatan di atas 1398, membuka peluang penguatan ke area 1405. Di sekitar area 1405 ini kemungkinan seller/penjual kembali masuk ke pasar dan menekan harga ke bawah.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment