
Kontak Perkasa Kamis (5/9) - Harga Emas kembali melemah pada sesi siang perdagangan Asia Kamis (5/9) akibat penguatan dollar AS. Emas menyentuh titik low intraday di $ 1.380.75 per ons, melemah 0.4% dari level pembukaan di $1.391.35. Saat berita ini diturunkan, harga emas masih berada dalam kisaran harga $ 1.387.50 per troy ounce.
Dollar AS atau lebih dikenal dengan sebutan Greenback nampak pulih dan tampil kokoh di perdagangan hari Kamis (5/9) setelah sesi kemarin sempat terpuruk akibat rilis defisit perdagangan yang kian melebar di bulan Juli.
Pulihnya dollar AS (USD) hari ini terutama akibat berhembusnya kembali isu tapering (pengurangan stimulus) yang kian santer di pasar global setelah Federal Reserve (the Fed) merilis laporan Beige Book semalam. Dalam laporannya, Beige Book menjelaskan bahwa ekonomi AS tumbuh pada laju "lunak sampai sedang" antara bulan Juli s/d Agustus. Dan laporan tesebut langsung memperkuat argumen bahwa bank sentral AS akan mulai segera menarik program pembelian aset tersebut.
Menurut the Fed, penjelasan Beige Book tersebut mengacu pada rilis data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kian membaik belakangan ini. Pekan ini saja, data ekonomi yang telah rilis menunjukkan ISM manufacturing PMI bulan Agustus naik menjadi 55.7 dari bulan sebelumnya 55.4. Sedangkan angka construction spending melonjak 0.6% di bulan Juli dari bulan sebelumnya tidak berubah.
Emas telah menurun sebanyak 17 persen pada tahun ini ditengah spekulasi Federal Reserve akan kurangi stimulus.
SERANGAN AS KE SURIAH
Komite Senat hubungan luar negeri AS memilih untuk memberikan izin kepada Presiden Barack Obama untuk melakukan serangan militer terhadap Suriah, keadaan tersebut telah meningkatkan harga emas pada sesi perdagangan kemarin, Rabu (4/9).
Voting suara di kongres adalah langkah pertama dalam memberikan dukungan terhadap serangan militer, dan jelas bahwa ini adalah cara dari seluruh senat untuk pertimbangkan langkah resolusi terhadap Suriah. AS mempertimbangkan serangan sebagai bentuk pembalasan atas tuduhan bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan serangan dengan senjata kimia terhadap warga sipil.
“Berita ini memberikan pasar sedikit kejelasan bahwa AS akan memilih untuk mengambil beberapa tindakan militer,” kata David Lennox, seorang analis di Fat Prophet di Sydney. Daya tarik terhadap emas telah meningkat,” tambahnya.
Pemimpin mayoritas senat, Harry Reid, seorang Demokrat Nevada, mengatakan bahwa pertimbangan atas resolusi akan di mulai pada tanggal 9 September, ketika Kongres bersidang. Resolusi ini mendukung untuk penggunaan kekuatan militer namun dibatasi dengan hanya 60 hari setelah pengesahan, dengan kemungkinan penambahan waktu selama 30 hari dengan permintaan dari Obama. Resolusi ini tidak mengizinkan penggunaan pasukan darat dalam pertempuran.
DATA EKONOMI
Data ekonomi AS yang akan dirilis malam ini dan besok merupakan data-data penting yang dapat menjadi penggerak dan penentu arah pergerakan harga emas berikutnya. Malam ini data yang akan dirilis meliputi laporan data perkerjaan dari sektor swasta (ADP Non Farm) pada jam 19.15 wib dengan perkiraan 175k (forecast) vs 200K (previous), lalu berikutnya konferensi pers bank Sentral Eropa (ECB) pada jam 19.30 dan weekly Unemployment Claims dengan 332K (forecast) vs 331K (previous). Selanjutnya adalah data ISM Non Manufacturing pada jam 21.00wib dengan 55,2 (forecast) vs 56,0 (previous).
Data ekonomi yang paling ditunggu para pelaku pasar adalah laporan Non Farm Payroll AS dan Tingkat pengangguran yang akan dilaporkan besok pada hari Jumat jam 19.30wib. Data Non Farm diprediksi naik ke angka 177K, meningkat dari 162K pada bulan lalu. Sementara tingkat pengangguran diprediksi akan tetap berada pada 7,4%.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment