KPF JAKARTA (01/08) - Sebagian besar saham Asia diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis meskipun pembacaan berbeda data PMI China bulan Juli.
Dalam perdagangan Asia Kamis, Nikkei 225 Jepang naik 1,16%. Pada hari Rabu, Federal Reserve mengatakan akan tetap melakukan pembelian aset bulanan.
"Kami siap untuk menambah atau mengurangi laju pembelian untuk mempertahankan akomodasi kebijakan yang tepat karena prospek pasar tenaga kerja atau perubahan inflasi," kata Fed dalam sebuah pernyataan.
"Kami hari ini menegaskan kembali pandangannya bahwa sikap yang sangat akomodatif kebijakan moneter akan tetap sesuai untuk waktu yang cukup lama setelah pembelian berakhir program aset dan pemulihan ekonomi menguat," tambah The Fed.
Hong Kong Hang Seng menambahkan 0,99% sedangkan Shanghai Composite melonjak 1,64% setelah PMI China membaca 50,3 pada bulan Juli, menurut Biro Statistik Nasional dan Cina Federasi Logistik dan Pembelian. Para ekonom mengharapkan pembacaan 49,8. Pada bulan Juni pembacaan 50,1. Angka diatas 50 mengindikasikan ekspansi.
Saham Australia jatuh setelah Biro Statistik Australia mengatakan indeks harga impor berkontraksi 0,3% pada bulan Juli setelah datar di bulan Juni. Analis memperkirakan peningkatan Juli 1,8%.
Pada hari Rabu, Australian Industry Group mengatakan indeks manufaktur turun 7,6 poin menjadi 42 bulan lalu, menandai penurunan terburuk sejak April.
Selandia Baru NZSE 50 datar sementara Straits Times Index Singapura melonjak 0,75%. Kospi Korea Selatan menguat 0,48% setelah Kantor Statistik Nasional Korea mengatakan bahwa CPI naik 1,4% bulan lalu. Analis memperkirakan kenaikan 1,5%.
S & P 500 berjangka ditambah 0,40% sehari setelah indeks acuan AS beringsut turun 0,01%.










0 komentar:
Post a Comment