KPF JAKARTA (01/08) - Minyak berjangka diperdagangkan lebih tinggi di bagian awal sesi Asia hari Kamis di belakang beberapa data AS yang mendukung dan menjelang pembacaan resmi PMI China bulan Juli.
Di New York Mercantile Exchange, light sweet crude futures untuk pengiriman September naik 0,35% menjadi USD105.40 per barel di perdagangan Asia Kamis.
Pada hari Rabu, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa cadangan minyak mentah AS naik 431.000 barel dalam pekan yang berakhir 26 Juli, kurang dari ekspektasi untuk penurunan sebesar 2,31 juta barel.
Jumlah persediaan minyak mentah AS 364.600.000 barel pada pekan lalu.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa jumlah persediaan bensin meningkat sebesar 770,000 barel, mengalahkan ekspektasi untuk penurunan 838.000 barel.
Dalam berita ekonomi AS hari Rabu, Departemen Perdagangan mengatakan ekonomi AS tumbuh 1,7% pada kuartal kedua. Tingkat pertumbuhan kuartal pertama direvisi turun ke 1,1% dari 1,8%. Rata-rata selama 12 bulan terakhir tetap di 1,4%.
Survei gaji swasta menunjukkan pengusaha non pemerintah menambahkan 200.000 pekerjaan bulan lalu. Analis memperkirakan penambahan 180.000 pekerjaan baru. Departemen Tenaga Kerja akan mengumumkan data non farm payrolls pada hari Jumat.
PMI Chicago naik menjadi 52,3 bulan ini dari 51,6 pada bulan Juni. Para ekonom mengharapkan pembacaan Juli 54. Angka diatas 50 mengindikasikan ekspansi.
Pedagang sekarang akan mengalihkan perhatian mereka ke PMI China karena China adalah konsumen minyak terbesar kedua di dunia setelah AS
Di tempat lain, Brent berjangka untuk pengiriman September naik 0,16% menjadi USD107.95 per barel di ICE Futures Exchange.










0 komentar:
Post a Comment