Kenaikan pajak impor emas yang ketiga kalinya tahun ini oleh India, pengguna terbesar di dunia, secara tidak langsung akan meningkatkan aksi penyelundupan menjelang festival dan musim pernikahan, ini karena impor resmi dihentikan atas pembatasan oleh bank sentral, kata sebuah kelompok perdagangan.Premi emas di India telah melonjak ke rekor setelah bank dan para pedagang menangguhkan impor sejak Reserve Bank of India membuat kebijakan pada tanggal 22 Juli bagi para pengirim yang harus menyisihkan 20% dari pengirimannya untuk di-ekspor kembali dalam bentuk perhiasan, dan juga kenaikan tarif hingga 10% dari 8% akan lebih menghambat pasokan, kata Haresh Soni, ketua All India Gems & Jewellery Trade Federation yang berpusat di New Delhi.
"Penyelundupan emas akan meningkat dan industri resmi yang terorganisir akan berada dalam kekacauan," kata Soni, yang merupakan ketua federasi dari sekitar 300.000 dealer bullion dan perhiasan. "Barang akan disimpan secara tidak resmi dan situasi akan tidak terkendali. Harga perhiasan akan naik. "India meningkatkan pajak atas impor emas, perak dan platinum kemarin untuk mengatasi rekor defisit neraca perdagangan yang melemahkan mata uang rupee ke level terendah sepanjang masa. Pembelian dari luar negeri melonjak 87 persen dari tahun sebelumnya menjadi 383 metrik ton dalam empat bulan sampai dengan Juli setelah anjloknya harga emas mendorong permintaan untuk perhiasan dalam bentuk batangan dan koin.
Meningkatnya penyelundupan dapat merusak upaya pemerintah dalam mengekang permintaan dan menjatuhkan penjualan pada para pengecer termasuk Titan Industries Ltd yang bermarkas di Bangalore.
Efektivitas Dipertanyakan
"Meskipun tindakan terhadap emas terlihat paling mudah untuk diterapkan, efektivitas langkah-langkah tersebut akan selalu tetap dalam pertanyaan," kata ICICI Securities Ltd dalam sebuah laporan penelitian. "Pembatasan lebih lanjut atas impor emas bisa menyebabkan berkembangnya jalur alternatif, selain menyebabkan stres berat kepada perusahaan perhiasan dan pengangguran akan menjadi akibatnya."Tarif impor pada emas dan platinum meningkat menjadi 10% dari hanya 4% pada awal tahun, sedangkan retribusi perak dinaikkan menjadi 10% dari 6% , Departemen Keuangan menyampaikan kemarin. Pajak atas pengiriman konsentrat emas, bijih dan batangan akan naik menjadi 8 persen dari 6 persen, sedangkan pada perak batangan akan naik menjadi 7 persen dari 3 persen, katanya.
Menteri Keuangan Palaniappan Chidambaram berencana untuk mengurangi impor sampai 850 ton tahun ini untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dan meningkatkan aliran modal dengan memungkinkan perusahaan pengelola keuangan negara untuk mengeluarkan "semacam surat hutang" obligasi untuk membiayai investasi infrastruktur. Defisit yang terutama dipicu oleh minyak mentah dan impor emas lantakan, adalah risiko terbesar untuk negara dengan ekonomi $ 19 triliun, menurut bank sentral. Rupee telah jatuh ke rekor terendah di 61,8050 per dolar pada 6 Agustus.
Permintaan Festival
Impor oleh bank dan pedagang lain yang ditunjuk untuk pengiriman emas mungkin tidak akan lebih dari 150 ton dalam enam bulan sampai dengan Desember dari sekitar 478 ton pada tahun sebelumnya, menurut Bachhraj Bamalwa, seorang direktur di federasi perhiasan."Niat pemerintah adalah untuk memastikan bahwa impor emas berkurang," kata Rajesh Mehta, ketua Rajesh Ekspor Ltd "Saat musim festival dimulai, mungkin terjadi kekurangan di pasar. Dengan kondisi seperti ini akan lebih meningkatkan impor dari jalur yang resmi, akan masuk ke jalur yang tidak resmi. "
Emas selalu dibeli di India selama musim festival untuk pernikahan, sebagai bagian dari pakaian para pengantin dan sebagai hadiah dalam bentuk perhiasan oleh para kerabat. Musim festival di India berlangsung sejak Agustus hingga Oktober diikuti oleh musim pernikahan dari November sampai Desember dan berlanjut lagi dari akhir Maret sampai dengan awal Mei.
Geng Terorganisir
Buruh miskin India yang bekerja di Timur Tengah bertindak sebagai kurir pada geng yang terorganisir dengan imbalan tiket pulang dan beberapa ribu rupee, menurut Rishi Yadav, asisten komisaris di Unit Intelijen Udara departemen bea&cukai di Mumbai. Geng ini mencari keuntungan dengan cara menjual bullion yang diselundupkan ke pedagang dan toko perhiasan, yang mendapatkan keuntungan dari harga pasokan yang lebih murah.Di bandara Mumbai, agen pabean telah menyita emas senilai 93 juta rupee dari April sampai Juni, hampir sebanyak mereka yang ditangkap pada tahun lalu, menurut Yadav.
Spot emas sedikit berubah pada $ 1,321.30 per ounce pada pukul 8:30 am di Mumbai hari ini. Logam rebound 12 persen sejak mencapai posisi terendah 34-bulan $ 1,180.50 pada tanggal 28 Juni. Emas untuk pengiriman Oktober turun 0,1 persen menjadi 28.882 rupee ($ 470) per 10 gram di Bursa Komoditi India kemarin.
'Perut-perut Lapar'
Konsumsi di India, yang mengimpor hampir semua bullion yang dibutuhkan, menyumbang 20 persen dari permintaan global pada tahun 2012, menurut data dari World Gold Council. Impor Bullion tercatat sebanyak 845 ton dalam 12 bulan yang berakhir 31 Maret, sedangkan pengiriman perak mencapai 1.963 ton, menurut Departemen Keuangan. Pemerintah juga meningkatkan cukai pada emas sampai 9 persen dari 7 persen, dan perak menjadi 8 persen dari 4 persen, kata kementerian itu."Kita tidak bisa berkhotbah tentang agama kepada para pria dengan perut lapar," Bhargav Vaidya, seorang direktur di BN Vaidya & Associates, sebuah perusahaan yang berbasis di Mumbai yang memberikan saran kepada para pedagang emas. "Tidak ada persediaan di jalur resmi sekarang. Penyelundupan akan meningkat dan saya berharap kami tidak akan kembali ke jaman Aksi Pengontrolan Emas, "katanya merujuk pada undang-undang yang melarang impor bullion, ekspor dan pembuatan dan penjualan perhiasan di atas 14 karat selama sekitar tiga dekade dari tahun 1968.
(Mario Prabowo)
Sumber: http://www.bloomberg.com/news/2013-08-13/india-gold-tax-increase-festival-demand-seen-spurring-smuggling.html
0 komentar:
Post a Comment