Harga kontrak emas dunia mencatatkan kenaikan ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Data Bloomberg menunjukkan, pagi tadi, harga emas di pasar spot, reli sebesar 0,8% menjadi US$ 1.346,61 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak 24 Juli lalu. Pada pukul 09.24 waktu Singapura, harga emas diperdagangkan di posisi US$ 1.342,78 per troy ounce. Kenaikan harga emas dipicu oleh adanya sinyal permintaan fisik emas dan investasi emas seiring pelemahan dollar AS. Permintaan fisik, khususnya di Asia, masih sangat mendukung," papar Wang Xiaoli, chief investment strategist CITICS Futures Co.
Harga emas berjangka Comex mengakhiri sesi hari AS cukup tinggi pada perdagangan musim panas Rabu (14/8). Sebuah pantulan teknikal korektif keatas terjadi setelah tekanan aksi jual pada hari Selasa dan juga aksi bargain hunting. Pada penutupan sesi AS emas untuk pengiriman Desember emas naik $ 11,80 pada $ 1,332.30 per ounce. Spot emas terakhir dikutip naik $ 11,40 pada $ 1,333.40. September Comex perak terakhir diperdagangkan naik $ 0,387 di $ 21,725 per ounce. Indeks harga produsen (PPI) Juli yang dirilis pada hari Rabu lebih rendah daripada yang diharapkan, tidak berubah dibandingkan angka pada bulan Juni, dan berhasil memberikan sedikit dorongan ke pasar logam. Banyak pihak yang percaya bahwa data AS yang akan dirilis mendatang akan menunjukkan ekonomi AS makin membaik - salah satu dasar yang mungkin cukup kuat untuk mulai mengurangi program pembelian obligasi bulanan Fed, yang juga dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE). Kondisi pasar bisa tetap terbatas pada “trading range” sampai pertemuan FOMC September nanti. Pasar juga terus mengamati lebih cermat tentang perkembangan geopolitik di Mesir. Demonstrasi anti-pemerintah di Kairo berubah menjadi Rabu yang mematikan, dengan 10 warga sipil yang dilaporkan tewas. Eskalasi kekerasan yang terjadi di Mesir dapat mendukung permintaan safe haven untuk emas. Dalam berita lain Rabu, Uni Eropa telah muncul dari resesi ekonomi enam kuartal, menurut data yang ditunjukkan Uni Eropa. GDP Uni Eropa untuk kuartal kedua naik 0,3% dari kuartal pertama. Namun, angka dari tahun-ke-tahun turun 0,7%. Pemerintah Jerman melelang obligasi 10-tahun pada Rabu dengan imbal sebesar 1,80%, yang merupakan level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. Hal itu juga menunjukkan bahwa investor Eropa memiliki keyakinan yang lebih baik tentang pemulihan ekonomi Uni Eropa. Data Uni Eropa baru-baru ini telah menunjukkan sedikit perbaikan secara keseluruhan.
(Mario Prabowo)
0 komentar:
Post a Comment