English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, August 13, 2013

Jelang Data Persediaan AS, Minyak Naik

bensin, solar, pertamina, minyak mentah, rig
KPF JAKARTA (13/08) - Minyak mentah berjangka naik ke tertinggi satu minggu pada hari Selasa, karena spekulasi terhadap data pasokan mingguan AS, kunci untuk mengukur kekuatan permintaan minyak dari konsumen terbesar di dunia.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman September diperdagangkan pada USD106.73 per barel selama perdagangan pagi di Eropa, naik 0,6%.

Minyak berjangka Nymex naik sebanyak 0,7% di awal sesi untuk mencapai tertinggi harian USD106.81 per barel, level terkuatnya sejak 6 Agustus.

Minyak berjangka kemungkinan besar akan mencari support di USD103.63 per barel, terendah 9 Agustus dan resistance pada USD107.23 per barel, tertinggi 6 Agustus.

Kontrak September ditutup naik 0,15% pada USD106.11 per barel pada Senin.

The American Petroleum Institute akan merilis laporan persediaan, sementara laporan pemerintah hari Rabu bisa menunjukkan stok minyak mentah turun 1,5 juta barel.

Para pelaku pasar juga menunggu data AS pada penjualan ritel di kemudian hari, yang akan diteliti untuk dampak potensial terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Setiap membaiknya perekonomian AS akan memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan mulai melakukan pembatasan Program pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang.

Program stimulus The Fed dipandang oleh banyak investor sebagai pendorong utama dalam meningkatkan harga komoditas karena cenderung menekan nilai dolar.

Di tempat lain, di ICE Futures Exchange, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September naik tipis 0,35% diperdagangkan pada USD109.34 per barel, dengan selisih antara kontrak Brent dan minyak mentah di USD2.61 per barel.

Brent didukung di tengah kekhawatiran baru atas gangguan pasokan dari Libya, di mana penjaga keamanan memberlakukan kembali pengurangan suplai pada dua terminal ekspor minyak mentah terbesar di negara itu.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top