English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, August 20, 2013

Emas Terkoreksi Akibat Kenaikan Yield Obligasi AS


Emas berjangka rebound sedikit di bagian awal sesi Asia hari Selasa (20/6), setelah jatuh selama jam perdagangan AS tadi malam seiring melonjaknya yield obligasi, yang mengisyaratkan bahwa Federal Reserve dapat bergerak lebih dekat untuk mengurangi stimulus moneter pada bulan depan.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman September naik tipis 0,13% menjadi USD1, 369,70 per troy ounce di perdagangan Asia Selasa. Kontrak September menetap 0,41% pada USD1, 365,10 per ounce pada hari Senin.
Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari dukungan di USD1, 315,40 per troy ounce, Rabu rendah, dan resistance pada USD1, 391,35, tinggi dari bulan Juni 17.

Yield (Imbal Hasil Obligasi) AS bertenor 10 tahun saat ini sebesar 2.85%, merupakan level tertinggi sejak Juli 2011. Sementara yield dengan tenor 30 tahun naik menjadi 3.86%, juga merupakan level tertinggi sejak Agustus 2011.
“Ada misteri pada saat ini, karena pasar obligasi jelas percaya bahwa pengurangan stimulus The Fed akan segera dimulai,” kata Jesper Dannesboe, analis komoditas senior di Societe Generale.

Emas telah reli dalam beberapa pekan terakhir, bahkan ketika ekuitas AS menurun ditengah ketidakpastian tentang kebijakan Federal Reserve, aksi teknikal buying yang terjadi di picu oleh emas yang berada di rekor terendahnya di bulan Juni dan terjadinya arus masuk investasi ke bursa yang memperdagangkan emas.
Namun, permintaan fisik untuk logam kuning terlihat tetap kuat di Asia. Data juga menunjukkan bahwa Bursa Saham Emas SPDR, bursa emas ETF terbesar di dunia, melihat arus masuk sebesar $ 193 juta pekan lalu, arus dana masuk pertama sejak Februari.

Selain kenaikan permintaan, harga emas berpeluang naik karena ada kemungkinan pemogokan pekerja tambang emas di Afrika Selatan. Hal ini bisa mempengaruhi harga 4 sampai 5 minggu ke depan. JP Morgan Chase & Co mengatakan, harga emas masih bisa melanjutkan reli ke US$ 1.420 per troy ounce.

(Mario Prabowo)

Lihat Disclaimer
 

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top