Bursa Saham Asia dibuka melemah pada hari Selasa di bawah bayang-bayang ketidakpastian mengenai kapan Bank Sentral AS akan mulai memangkas stimulusnya, yang mana mendorong yield obligasi AS ke level tinggi 2 tahun. Indeks MSCI untuk Asia Pasifik selain Jepang turun sebesar 0.5%, sementara Nikkei Jepang turun 0.8% pada pembukaan. Minutes dari pertemuan terkini bank sentral AS yang akan dirilis pada Rabu dini hari dapat memberikan investor petunjuk lanjutan mengenai kapan the Fed berencana untuk mengurangi pembelian aset senilai 85 milyar dollar per bulan miliknya, yang dipercayai dapat dimulai bulan depan.
Indeks bursa Hong Kong – Hang Seng kembali bergerak di teritori negatif di awal perdagangan hari Selasa (20/8) terutama akibat melonjaknya yield Treasury Amerika yang menyebabkan terpuruknya Wall Street dalam 4 hari beruntun. Indeks utama Hang Seng tercatat melemah -0.2% atau tergerus -45.82 poin pada area 22427.12. Sedangkan indeks Hang Seng futures juga ikut terseret turun (-0.09%) atau merosot -20 poin pada area 22400. Minimnya katalis positif juga turut memadamkan minat investor untuk mengambil aset-aset beresiko di perdagangan bursa.
Di lantai bursa Hong Kong tercatat saham Bank of Communications Co. melemah 0.7% dan China Overseas Land & Investment Ltd. anjlok 1%. Selain itu saham Everbright Securities Co. terpuruk hingga melewati batas harian 10% begitu perdagangan saham kembali di buka setelah pada hari Jumat lalu bursa terpaksa di tutup akibat transaksi elektronik on line yang eror. Sedangkan koreksi lanjutan Wall Street terutama akibat yield Treasury saat ini telah mencatat level tertinggi dalam dua tahun terakhir di tengah kecemasan mengenai kapan Federal Reserve AS akan mulai mengurangi stimulus moneternya.
0 komentar:
Post a Comment