English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, August 13, 2013

Cina Bersiap Mengimpor 1.200 metrik ton Emas


Cina berada di dalam jalur untuk mengimpor sekitar 1.200 metrik ton emas tahun ini dan akan melampaui India sebagai konsumen terbesar dunia dari logam mulia, kata RJ O'Brien & Associates.

"Impor melalui Hong Kong (menurut data resmi yang tersedia) sebesar 600 ton di H1 dengan pengiriman pada bulan Mei dan Juni, berjalan di atas 100 ton per bulan," kata perusahaan tersebut.

"Jika Anda mengimpor sebesar 1.200 ton, ditambah 400 ton yang diproduksi di dalam negeri, ini berarti China akan menyerap sekitar 60% dari produksi emas dunia yang ditambang di 2013.

Permintaan untuk emas di Asia tetap kuat seperti yang ditunjukkan oleh tingginya premi di Shanghai." R.J. O'Brien juga mengutip data dari Asosiasi Emas China pada Senin yang mengatakan bahwa konsumsi emas di negara itu naik 54% menjadi 706,4 ton pada semester pertama tahun 2013.

Permintaan fisik mendukung emas, meski dana yang keluar seperti pada ETF (exchange-traded fund) terus berlangsung, kata Commerzbank. Permintaan fisik mendukung terjaganya harga dan sejauh ini "tampak mampu mengimbangi tingkat dari minat investasi yang lebih rendah," kata mereka.

Permintaan Cina untuk enam bulan pertama adalah 706,4 metrik ton, dibandingkan 832,2 ton pada tahun 2012, Commerzbank mengatakan, mengutip data dari Asosiasi Emas China.

 "Jika produksi emas China dari sekitar 193 ton adalah faktor dalam perkalian, permintaan China bertemu dengan impor emas bersih dari Hong Kong, yang sebesar 518 ton pada enam bulan pertama tahun ini. Angka Impor ini menarik bila dibandingkan dengan arus keluar dari emas ETF, yang berjumlah sekitar 586 ton pada semester pertama tahun ini, hal ini menggambarkan situasi sangat jelas. Angka-angka tersebut adalah bukti mengesankan dari perpindahan tangan yang lemah ke yang kuat, dan dari Barat ke Timur, "kata mereka.

Emas "mungkin telah mencapai terendahnya" awal musim panas ini ketika turun di bawah $ 1.200 per ounce, kata Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management. "Sejak itu, emas telah bergerak tajam melampaui level $ 1.300," katanya. "Tapi itu masih jauh di bawah harga tertingginya, meskipun faktor fundamental masih positif, terutama kebijakan moneter yang mudah, yang dilakukan di seluruh dunia.

Untuk semua pembicaraan tentang tapering (pembatasan stimulus), Federal Reserve memutuskan bahwa kebijakan masih sangat mudah, dan tidak dimungkinkan akan ada penyusutan dalam neraca Fed atau pengetatan yang berarti di masa mendatang.

Menurut pendapat saya, pasar bereaksi sangat berlebihan dengan diskusi yang ringan untuk pemotongan kembali pembelian obligasi, dan sejak itu, berbagai pejabat Fed, termasuk Ketua Fed, Ben Bernanke, telah berjuang untuk memperbaiki kakacauan pasar tersebut dengan meyakinkan bahwa kebijakan moneter akan tetap mudah. "


(Mario Prabowo)

Sumber: http://www.kitco.com/news/2013-08-12/KitcoNewsMarketNuggets20130812-kitco-market-nugget.html

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top