English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, July 24, 2013

Pertambangan Emas Afrika Diambang Kerusuhan


JOHANNESBURG - Beberapa serikat pertambangan Afrika Selatan mengatakan mereka tinggal satu langkah untuk menempuh jalur hukum terhadap para produsen emas, The National Union of Mineworkers (NUM) mengatakan hari Rabu.
Para produsen emas dan pekerja tambang berada di tengah-tengah negosiasi perjanjian upah baru dan tawaran terakhir mereka ditolak oleh NUM, serikat tersebut mengatakan.
"Saat ini kami masih berniat untuk menemukan solusi damai tetapi para produsen emas yang tidak siap, mereka menuntut pemogokan," kata Frans Baleni, sekjen NUM.
Industri emas di Afrika Selatan menawarkan kenaikan gaji menjadi 1%- 5% pada hari Rabu dari tawaran sebelumnya tetapi tetap masih jauh di bawah pengajuan oleh serikat,  dan juga di bawah inflasi yang berada pada 5,5%, menurut data yang dirilis Rabu.
Dua serikat pertambangan besar mengajukan kenaikan gaji yang cukup besar. Sebelumnya NUM menyatakan akan memberikan kenaikan 60% dari upah minimum bagi pekerja tambang emas, sementara Asosiasi Penambang dan Serikat Konstruksi tambang (AMCU) menuntut kenaikan lebih dari dua kali lipat.
Dinas pertambangan, yang sedang melakukan negosiasi atas nama produsen emas mengatakan NUM dan Solidaritas serikat sedang melakukan pembicaraan dengan mediator tenaga kerja sementara AMCU menunggu informasi lebih lanjut.

Bagaimana kemajuan pembicaraan masalah upah ini dan jenis kerusuhan apa yang bisa dilakukan oleh para buruh sedang diawasi dengan ketat oleh pemerintah Afrika Selatan, yang sudah berjuang untuk mengurangi tingkat pengangguran sebesar 25,2%.
(Mario Prabowo)
Sumber: http://www.marketwatch.com/story/south-africa-unions-close-to-gold-mine-strike-num-2013-07-24

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top