English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, July 18, 2013

Minyak Memangkas Keuntungan Naiknya Dolar AS

KPF JAKARTA (18/07) - Harga minyak turun di perdagangan elektronik  Kamis, dengan dolar naik mengimbangi pasokan data bullish.

Harga acuan minyak AS untuk pengiriman Agustus turun 14 sen, atau 0,1%, ke $ 106,34 per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 13 sen, atau 0,1%, ke $ 108,48 per barel.

Melemahnya minyak karena naiknya dolar AS dengan indeks dolar ICE naik 0,24% menjadi 82,757 dari 82,715 pada akhir sesi pada hari  Rabu. Naiknya dolar AS dapat menekan minyak dalam denominasi dolar dengan membuat minyak lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Kerugian dipangkas sebesar  48% untuk minyak mentah Nymex Agustus di New York Mercantile sesi Bursa Rabu setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan mingguan yang jauh lebih besar dalam stok dari yang diharapkan. Kontrak ini masih naik sekitar 10% sejauh ini pada bulan Juli.

Administrasi Informasi Energi melaporkan penurunan 6,9 juta barel dalam persediaan minyak mentah untuk pekan yang berakhir 12 Juli, sementara analis yang disurvei oleh Platts telah rata-rata memproyeksikan penurunan 2,5 juta barel.

Futures analis Citi menulis pada hari Rabu bahwa penurunan persediaan terutama berkurangnya produksi dari kilang minyak karena terpengaruh oleh pola musiman.

"Kilang sudah berproduksi pada titik tertinggi untuk tahun ini dan pada akhir bulan September dapat menjadi sebanyak 1,5 juta barel per hari lebih rendah," tulis mereka.

Gas alam untuk Agustus tetap stabil pada $ 3,63 per juta British thermal unit (BTU).

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top