English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, December 11, 2014

Saham Asia Jatuh Terseret Anjloknya Harga Minyak

indices, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (11/12) - Saham Asia jatuh pada Kamis, karena harga minyak yang lemah semalam membebani perusahaan-perusahaan energi milik negara Cina dan produsen minyak utama di Australia pada khususnya.

Indeks Hang Seng mengalami penurunan terbesar dalam awal perdagangan, anjlok 1,3% menjadi 23.226,43. Saham CNOOC Ltd turun 3,6%, China Petroleum & Chemical Corp turun 2,2% dan Kunlun Energy Co Ltd  turun 3,0%.

Di Australia, saham energi anjlok dipimpin oleh Horizon Oil Ltd yang sahamnya turun 10,5%.

Perusahaan minyak ketiga terbesar di negara itu, Santos Ltd turun 5,4% setelah mengatakan akan memangkas belanja modal sebesar 26% pada tahun depan dan mempertimbangkan penjualan aset. Perusahaan ini berusaha untuk membentengi neraca terhadap penurunan harga minyak. Di antara perusahaan-perusahaan minyak besar Australia, yang paling terpukul oleh terjunnya harga minyak mentah dunia.

Indeks S & P / ASX 200 turun 0,3% menjadi 5.244,50.

Di Hong Kong, beberapa gainers termasuk Cathay Pacific Airways Ltd yang sahamnya naik 1,9%.

Di pasar China daratan. Indeks komposit Shanghai naik 0,3% menjadi 2.949,18, setelah melonjak 2,9% pada hari Rabu.

Semalam, anjloknya harga minyak menekan saham energi jatuh, membawa pasar ekuitas melemah terimbas oleh turunnya harga minyak, terutama pada berita OPEC memperkirakan permintaan akan turun tahun depan, tanda ekonomi global mengalami perlambatan pada laju pemulihan.

Pada penutupan perdagangan AS, Dow 30 turun 1,51%, indeks S & P 500 turun 1,64%, sementara indeks komposit Nasdaq turun 1,73%.

The Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat 1,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 5 Desember, melampaui ekspektasi untuk penurunan 2,5 juta barel, yang memicu kekhawatiran permintaan.

Jumlah persediaan minyak mentah mencapai 380,8 juta barel pada pekan lalu.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa jumlah persediaan bensin naik 8,2 juta barel, di atas ekspektasi untuk kenaikan sebesar 2,6 juta, sementara stok distilat naik 5,6 juta barel.

Laporan bulanan OPEC yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa produksi kolektif minyak mentah turun 390.100 barel per hari pada bulan November dengan total 30,05 juta barel.

Penurunan dipimpin oleh Libya, yang memangkas produksi sekitar 248.300 barel per hari menjadi 638.000.

Output Arab Saudi turun 60.100 barel per hari menjadi 9.590.000 barel per hari, sementara produksi Kuwait turun 59.400 barel per hari menjadi 2,69 juta barel per hari

OPEC juga memperkirakan bahwa permintaan minyak akan turun menjadi 28,9 juta barel per hari pada tahun depan, turun dari 29,4 juta barel per hari pada tahun 2014, yang memperburuk kerugian di pasar saham dengan memicu kekhawatiran global mengenai laju pemulihan.

OPEC memutuskan untuk mempertahankan target produksi sebesar 30 juta barel per hari bulan lalu, mengecewakan harapan para pedagang minyak yang berharap OPEC akan menurunkan produksi guna mendukung pasar, setelah terjadinya surplus produksi di AS, yang memompa di laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun.

Perusahaan minyak milik pemerintah Irak menurunkan harga jual resmi minyak mentah pada bulan Januari, menyusul langkah serupa dari Arab Saudi, menunjukkan bahwa eksportir OPEC sedang meningkatkan persaingan untuk pangsa pasar AS dengan diskon harga minyak lebih murah.

Pada hari Kamis, AS akan merilis data penjualan ritel, belanja konsumen, serta laporan mingguan klaim pengangguran.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top