KONTAK PERKASA (01/12) - Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat karena penurunan tajam harga minyak memicu kekhawatiran atas risiko deflasi di Jepang dan zona euro.
Harga minyak jatuh menyusul keputusan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mempertahankan kuota produksi tidak berubah, memicu kekhawatiran atas membanjirnya pasokan global.
Indeks dolar AS yang mencatat pergerakan nilai tukar dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,45% menjadi 88,41 Jumat malam, tidak jauh dari tertinggi empat tahun di 88,52.
USD / JPY naik 0,73% menjadi 118,59 pada akhir perdagangan, mendekati tertinggi tujuh tahun di 118,96.
EUR / USD merosot 0,11% menjadi 1,2451 akhir Jumat, mendekati posisi terendah dua tahun di 1,2359.
Di zona euro, data pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat ke level terendah lima tahun sebesar 0,3% pada bulan November. Data yang lemah dinilai akan meningkatkan kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan menerapkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif.
Kemerosotan harga minyak mendorong mata uang rubel Rusia ke rekor terendah terhadap dolar dan euro, dengan USD / RUB naik 2.04% menjadi 50,28 dan EUR / RUB naik 2,23% ke 62,60 pada akhir perdagangan.
USD / CAD naik 0,74% menjadi 1,1414, sedangkan krone Norwegia jatuh ke level terendah lima tahun, dengan USD / NOK naik 1,5% menjadi 7.03.
Aksi jual minyak membayangi data yang menunjukkan bahwa produk domestik bruto Kanada tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,8% pada kuartal ketiga karena ekspor naik 2,2%. Para ekonom telah memperkirakan pertumbuhan kuartal ketiga sebesar 2,1%.
Permintaan untuk dolar terus didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga, sementara bank sentral di Jepang dan zona euro melakukan pelonggaran kebijakan moneter untuk memacu pertumbuhan dan mencegah ancaman deflasi.
Pada pekan ini para pelaku pasar akan terfokus pada hasil pertemuan kebijakan ECB pada hari Kamis, yang akan diikuti oleh laporan pekerjaan AS untuk November pada hari Jumat. Bank-bank sentral di Inggris, Kanada dan Australia juga mengadakan pertemuan pengaturan kebijakan moneter.











0 komentar:
Post a Comment