KONTAK PERKASA (12/12) - Emas menunjukkan rebound ringan di Asia pada hari Jumat karena penjualan ritel AS menopang prospek permintaan fisik dan kekhawatiran yang terus meningkat terkait pertumbuhan ekonomi global dan risiko deflasi.
Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 1,226.40 per troy ounce, naik 0,07%, setelah mencapai terendah semalam di $ 1,216.60 dan tertinggi pada $ 1,233.40.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,221.62 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,214.14 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,225.71 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,229.10 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,236.58.
Semalam, emas berjangka beringsut lebih rendah setelah laporan pada penjualan ritel AS mendorong dolar dengan menjaga harapan yang kuat bahwa Federal Reserve akan mulai menaikan suku bunga pada tahun 2015, mungkin lebih cepat dari perkiraan pasar sebelumnya.
Departemen Perdagangan AS melaporkan sebelumnya bahwa penjualan ritel naik 0,7% bulan lalu, melampaui ekspektasi untuk kenaikan sebesar 0,4%.
Angka pertumbuhan penjualan ritel Oktober direvisi naik menjadi 0,5% dari 0,3%.
Meningkatnya penjualan ritel dari waktu ke waktu berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, sedangkan jika penjualan lemah menandakan ekonomi menurun.
Angka penjualan ritel mendorong ekspektasi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada awal tahun 2015, yang memberikan dukungan dolar atas mata uang utama dan menekan permintaan emas.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 6 Desember turun 3.000 menjadi 294.000, melebihi perkiraan pasar untuk meningkat menjadi 299.000, yang juga mendukung dolar dengan meningkatkan optimisme atas peningkatan pasar tenaga kerja AS.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran baru telah di bawah level 300.000 selama 12 pekan dari 13 minggu terakhir.
Melanjutkan klaim pengangguran dalam pekan yang berakhir 29 November naik menjadi 2.514.000 dari 2.372.000 pada minggu sebelumnya. Para analis telah memperkirakan klaim turun ke 2.360.000.
Rata-rata dalam empat minggu sebanyak 299.250, meningkat dari 250.000 dari total minggu sebelumnya sebanyak 299.000. Rata-rata bulanan dipandang sebagai ukuran yang lebih akurat dari tren tenaga kerja karena mengurangi volatilitas data dari minggu ke minggu.
Triliunan uang terkait kebijakan stimulus moneter yang diberikan kepada pasar. Bank sentral global telah dan terus mengakomodasi pasar dalam beberapa tahun terakhir dengan maksud meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Pada titik ini, apa lagi yang bisa bank sentral lakukan untuk pasar yang telah terbiasa dengan tindakan seperti memompa lebih banyak likuiditas ke dalam sistem.
ECB tampaknya berada di titik puncak untuk melakukan pembelian obligasi setelah keberatan dari beberapa anggota Uni Eropa, terutama Jerman. SNB terus mengancam akan membuat suku bunga negatif. Sementara Fed telah menghentikan pembelian obligasi, walaupun demikian The Fed mempertahankan sikap yang sangat akomodatif menjelang pertemuan FOMC pada pekan depan.
Sekali lagi, perdebatan yang berpusat pada kapan "waktu yang tepat" untuk menaikkan suku bunga masih terus menjadi perhatian pasar.
Pasar percaya sekarang bahwa pemulihan ekonomi yang masih melambat tidak akan cukup untuk menopang perekonomian negara-negara lain dan daerah yang belum terkena dampak deflasi, atau malah menyeret kembali masuk ke dalam resesi. Itulah sebabnya pasar tidak percaya bahwa The Fed akan melakukan tindakan untuk menaikan suku bunga lebih awal dari yang telah diperkirakan.
Perak untuk pengiriman Maret turun 0,01% pada $ 17,110 per troy ounce. Tembaga berjangka untuk pengiriman Maret flat di 2,912 pon.











0 komentar:
Post a Comment