English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, December 15, 2014

Emas Menunggu Hasil Pertemuan FOMC

komoditi, gold update, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (15/12) - Harga emas melemah di pasar Asia karena investor fokus pada kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga awal di tahun depan.

Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $ 1,222.70 per troy ounce, turun 0,04%. Pada hari Jumat, emas turun $ 3,10, atau 0,25%, untuk menetap di $ 1,222.50 per troy ounce.

Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,210.29 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,196.63 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,218.13 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,223.95 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,237.61.

Pekan lalu, emas berjangka melemah, tapi untuk mingguan tetap naik hampir 3% karena investor mencari perlindungan dari kerugian tajam di pasar minyak dan ekuitas, di tengah masih adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Meskipun pada hari Jumat harga emas turun, harga emas naik 2,62%, atau $ 32,10, pada pekan ini, kenaikan mingguan terbesar sejak Juni.

Emas masih terus berkonsolidasi pada pergerakan keuntungan. Pasar akan melihat hasil pernyataan dari pertemuan FOMC dimana pengumuman kebijakan, prakiraan ekonomi dan konferensi pers yang akan dilakukan ketua Fed Yellen akan dilakukan pada hari Rabu mendatang.

Pasar masih berpendapat bahwa pernyataan yang akan dikeluarkan the Fed masih akan bernada bias dovish dikarenakan ketidakmampuan the Fed untuk mengendalikan inflasi yang diinginkan. Dan itu terjadi sebelum harga minyak jatuh.

Dukungan tambahan untuk harga emas diberikan dari kabar bahwa Austria sedang mempertimbangkan pengembalian beberapa cadangan emasnya ketika pengadilan audit Austria merekomendasikan "evaluasi cepat dari semua kemungkinan pengembalian emas dari lokasi penyimpanan".

Volatilitas di pasar saham dalam minggu-minggu terakhir pada tahun ini juga telah mendorong minat safe haven emas. Indeks Dow Jones masih berada di bawah tekanan lebih lanjut setelah jatuh ke lima-minggu terendah.

Pasar juga terus mewaspadai atas risiko pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Eropa, kekhawatiran terhadap Yunani dapat memicu krisis lain di Eropa, Jepang juga sudah berada dalam resesi. Semua hal ini telah meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven ketika semua bank sentral bereaksi dengan memberikan akomodasi untuk melemahkan mata uang.

Sementara itu, ekspor emas Swiss ke India mencapai lebih dari 2,8 miliar franc Swiss pada bulan Oktober, naik dari 2,2 miliar franc Swiss dibanding pada bulan sebelumnya, menurut data terbaru dari biro Administrasi Bea Cukai Swiss. Lonjakan pengiriman emas telah membuat India menjadi tujuan utama bagi ekspor logam emas dari Swiss.

Perak berjangka untuk pengiriman Maret turun 0,08% menjadi $ 17,035 per troy ounce.

Tembaga untuk pengiriman Maret turun 0,14% menjadi $ 2,925 per pon.

Data resmi yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa produksi industri di China naik 7,2% pada bulan November, lebih rendah dari perkiraan awal untuk naik 7,5% dan melambat dari kenaikan 7,7% pada bulan Oktober.

Pembacaan awal indeks sentimen konsumen dari University of Michigan yang dirilis Jumat naik menjadi 93,8, level tertinggi sejak Januari 2007 dari perkiraan 89,7.

Sentimen konsumen didorong oleh membaiknya prospek lapangan kerja dan pertumbuhan upah dan murahnya harga bensin.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top