English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 17, 2014

Tembaga Turun Terseret Potensi Resesi Ekonomi Jepang; Emas Menguat

komoditi, gold update, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (17/11) - Tembaga berjangka turun, setelah data menunjukkan bahwa Jepang tak terduga tergelincir ke dalam resesi, memicu kekhawatiran atas prospek ekonomi global.

Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, tembaga untuk pengiriman Desember turun 1,3 sen, atau 0,43% diperdagangkan pada $ 3,034 per pon di pasar Eropa.

Tembaga kemungkinan akan mencari support di $ 2,985 dan resistance pada $ 3,074.

Kekhawatiran atas prospek ekonomi global yang diperkuat setelah data menunjukkan bahwa ekonomi Jepang mengalami kontraksi tahunan sebesar 1,6% pada kuartal ketiga, menyusul penurunan 7,3% pada kuartal sebelumnya. Para ekonom telah memperkirakan untuk tumbuh 2,3%.

Tembaga sensitif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi karena penggunaannya secara luas di seluruh industri.

Sementara emas berjangka untuk pengiriman Desember naik tipis 2,40 $, atau 0,2%, untuk diperdagangkan pada $ 1,188.00 per troy ounce, sementara perak berjangka untuk pengiriman Desember turun 13,2 sen, atau 0,81% diperdagangkan pada $ 16,18 per ounce.

Para pelaku pasar menunggu data ekonomi AS untuk indikasi lebih lanjut pada kekuatan ekonomi dan arah kebijakan moneter.

AS akan merilis laporan aktivitas manufaktur di wilayah New York, serta data produksi industri.

Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,180.03 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,167.92 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,187.07 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,192.14 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,204.25.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top