KONTAK PERKASA (20/11) - Tembaga berjangka melemah, di tengah jatuhnya sinyal ekonomi China, dimana data menunjukkan aktivitas manufaktur mencapai titik terendah dalam enam bulan pada bulan November.
Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, tembaga untuk pengiriman Desember turun 1,5 sen, atau 0,48% diperdagangkan pada $ 3,031 per pon di pasar Eropa.
Sehari sebelumnya, tembaga melonjak 4,3 sen, atau 1,43%, untuk menetap di $ 3,045 per pon di tengah meningkatnya spekulasi kebijakan di seluruh dunia pada langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk mendukung ekonomi global dan mendorong pertumbuhan.
Tembaga kemungkinan akan mencari support di $ 2,990 dan resistance pada $ 3,049.
Data yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa pembacaan awal PMI manufaktur HSBC China merosot ke posisi terendah enam bulan pada pembacaan 50,0 untuk bulan November dari pembacaan 50,4 pada bulan Oktober dan di bawah perkiraan pada pembacaan 50,3.
Data menunjukkan bahwa tingkat output pabrik-pabrik kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada November, memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi.
Pedagang tembaga sangat memperhatikan nilai indeks pada PMI HSBC sebagai indikator permintaan tembaga China.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun $ 8,60, atau 0,72%, diperdagangkan pada $ 1,185.30 per troy ounce, sementara perak berjangka untuk pengiriman Desember turun 18,6 sen, atau 1,14% diperdagangkan pada $ 16,10 per ounce.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,174.41 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,162.55 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,180.69 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,186.27 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,198.13.
Dolar AS menguat setelah risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Oktober menunjukkan bahwa pejabat percaya bahwa pemulihan ekonomi sudah cukup kuat untuk menahan hambatan dari luar terhadap pertumbuhan, tapi sedikit memberikan kejelasan tentang kapan suku bunga mulai naik.
Pasar saat ini memperkirakan bank sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga pada sekitar bulan September 2015.
AS akan merilis data klaim pengangguran awal, harga konsumen, penjualan rumah yang ada dan aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia.











0 komentar:
Post a Comment