KONTAK PERKASA (18/11) - Harga emas naik ke level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Selasa, setelah prospek teknis meningkatkan minat investor kembali ke pasar.
Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Desember naik sebanyak 1% mencapai tertinggi harian di $ 1,195.50 per troy ounce, tertinggi sejak 31 Oktober.
Harga terakhir diperdagangkan pada $ 1,193.60 per ounce di pasar Eropa, naik $ 10,10, atau 0,85%.
Sehari sebelumnya, emas turun $ 2,10, atau 0,18%, untuk menetap di $ 1,183.50 per ounce karena menguatnya dolar AS membebani.
Harga emas mendapat dukungan dalam beberapa hari terakhir karena investor kembali ke pasar, di tengah sinyal grafik bullish.
Harga naik hampir 5,5% sejak menyentuh level terendah empat setengah tahun di $ 1,130.40 pada tanggal 7 November.
Meskipun harga emas telah meningkat namun tetap rentan dalam waktu dekat di tengah indikasi penguatan pemulihan ekonomi AS akan memaksa Federal Reserve untuk mulai menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,186.51 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,170.50 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,192.71 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,202.52 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,218.53.
Pada hari Rabu, The Fed akan merilis risalah pertemuan kebijakan Oktober.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember menguat 21,0 sen, atau 1,31%, diperdagangkan pada $ 16,26 per troy ounce.
Tembaga untuk pengiriman Desember turun 0,5 sen, atau 0,16%, diperdagangkan pada $ 3,035 per pon, karena kekhawatiran atas pertumbuhan sektor properti China menekan sentimen.
The National Bureau of Statistics mengatakan dalam sebuah laporan Selasa sebelumnya bahwa harga rumah turun di 69 dari 70 kota pada bulan Oktober dari September.
Harga rumah baru turun 2,6% pada Oktober dari periode yang sama tahun lalu, menyusul penurunan 1,3% pada bulan September.
Melemahnya sektor properti turut menekan permintaan tembaga sebagai bahan bangunan, tetapi juga mengimbangi konsumsi dari sektor rumah tangga.
China adalah konsumen tembaga terbesar di dunia.











0 komentar:
Post a Comment