KONTAK PERKASA (15/10) - Emas bergerak fluktuatif, karena pelaku pasar fokus menunggu rilis data kunci AS untuk prospek lebih lanjut pada kekuatan ekonomi dan arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di Comex New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada $ 1,223.70 per troy ounce, turun $ 10,50, atau 0,85%.
Harga emas reli ke $ 1,238.60 pada hari Selasa, tertinggi sejak 17 September sebelum pemangkasan keuntungan menjadi berakhir pada $ 1,234.30, naik $ 4,30, atau 0,35%.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,220.47 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,209.78 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas tertahan kuat di area $ 1,225.63 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,231.16 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,241.85.
Perak untuk pengiriman Desember jatuh 28,5 sen, atau 1,64%, diperdagangkan pada $ 17,11 per troy ounce.
Departemen Perdagangan diperkirakan akan melaporkan bahwa penjualan ritel turun 0,1% pada bulan September, setelah naik 0,6% pada bulan Agustus.
AS juga akan merilis data harga produsen dan aktivitas manufaktur di wilayah New York.
Harga emas reli ke level tertinggi empat minggu pada hari Selasa di tengah spekulasi melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan dampaknya terhadap ekonomi AS dapat menyebabkan Federal Reserve menunda kenaikan suku bunga.
Penundaan naiknya suku bunga menjadi bullish untuk emas.
Tembaga untuk pengiriman Desember turun 1,7 sen, atau 0,56%, diperdagangkan pada $ 3,073 per pon.
Data resmi yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa inflasi China untuk bulan September melambat menjadi 1,6% pada tahun dari 2,0% pada bulan Agustus, di bawah ekspektasi untuk pembacaan 1,7%.
Lebih lemahnya data dari yang di perkirakan menggarisbawahi kekhawatiran tentang ekonomi China dan memicu spekulasi pembuat kebijakan di Beijing akan memperkenalkan stimulus baru untuk memenuhi target pertumbuhan pemerintah sebesar 7,5%.
China adalah konsumen tembaga terbesar di dunia, mengkonsumsi hampir 40% dari permintaan global.











0 komentar:
Post a Comment