KONTAK PERKASA (09/09) - Emas berjangka diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga bulan, karena ekspektasi akan naiknya suku bunga AS terus mendukung greenback dan kekhawatiran mengenai perlambatan permintaan dari China terus membebani sentimen.
Di Comex, emas untuk pengiriman Desember menguat 0,25%, atau $ 3,10, untuk diperdagangkan pada $ 1,257.40 per troy ounce, sementara perak untuk pengiriman Desember naik 0,56%, atau 10,7 sen, diperdagangkan di $ 19,06 per ounce.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,253.25 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,247.90 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas menguat terhadap dolar dan harga emas tertahan kuat di area $ 1,255.75 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,258.60 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,263.95.
Tembaga untuk pengiriman Desember turun 0,65%, atau 2,1 sen, untuk diperdagangkan pada $ 3,148 per pon karena kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China mengurangi permintaan untuk logam industri.
China adalah konsumen tembaga terbesar di dunia, menyerap hampir 40% dari permintaan global.
Tembaga berjangka mengalami penurunan pada hari Selasa, karena dolar AS melonjak dan kekhawatiran tentang perlambatan permintaan dari China membebani sentimen.
Dolar naik ke level tertinggi dalam enam tahun terhadap yen, sementara euro merosot ke posisi terendah 14-bulan setelah kajian dari Federal Reserve San Francisco yang diterbitkan pada Senin menunjukkan bahwa pejabat Fed akan menaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan pasar.
Dolar AS telah menguat dalam beberapa pekan terakhir di tengah ekspektasi bahwa Fed akan mengumumkan kenaikan suku bunga lebih awal dari yang diperkirajan setelah data ekonomi menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi AS mengalami kemajuan pesat.











0 komentar:
Post a Comment