_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0_0.jpg)
Harga Emas naik pada hari Selasa karena merosotnya ekuitas AS dan kecemasan tentang eskalasi aksi militer di timur Ukraina yang membantu emas pulih dari kerugian disesi sebelumnya, didorong oleh data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi.
Harga emas berbalik lebih tinggi setelah Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan bahwa Rusia telah mengumpulkan pasukan militernya di wilayah perbatasan dengan Ukraina baik untuk berikan tekanan pada negara tetangganya atau untuk memasuki negara tersebut.
Wall Street turun tajam atas berita tersebut, dengan indeks S&P 500 turun sekitar 1%.
“Emas dapatkan dorongan naik karena S&P saat ini tergelincir setelah rebound yang terjadi kemarin,” kata Thomas Capalbo, seorang trader logam mulia di Newedge broker. “Dan emas yang sebelumnya turun ke $1.280 memberikan kesempatan beli kepada investor.”
Saat ini emas dipasarkan di kisaran $ 1.290 per troy ounce, menguat dari level pembukaan di $1.288.30 per troy ounce.
Di pasar retail emas, sentimen investor swasta terhadap logam mulia di bulan Juli pulih dari bulan sebelumnya yang sempat menyentuh level terendah dalam empat tahun atas meningkatnya ketegangan geopolitik, kata sebuah survei online terhadap pasar online pasar logam mulia BullionVault.
Permintaan Emas cenderung meningkat ketika harga berada dibawah level $1.300 per ounce terutama menghadapi Festival musim pernikahan di India dan libur panjang Golden Week di Cina.
Permintaan Emas di India biasanya meningkat di bulan September karena bersamaan dengan berlangsungnya musim kawin dan menjelang perayaan Diwali pada bulan Oktober. Selain itu libur panjang Golden Week China di bulan Oktober biasanya berkorelasi erat dengan aksi beli Emas.
Mario Prabowo










0 komentar:
Post a Comment