KONTAK PERKASA (14/07) - Harga emas jatuh pada hari Senin, karena investor menjual logam mulia untuk mengunci keuntungan setelah naik mencapai ke tertinggi empat bulan.
Di Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Agustus turun 1,23% menjadi $ 1,321.10 per troy ounce.
Emas rally lebih dari 1% untuk mencapai ke $ 1,346.80 per ounce Kamis lalu, tertinggi sejak 19 Maret karena kekhawatiran atas stabilitas fiskal dari kreditur utama Portugis Banco Espirito Santo memicu kekhawatiran atas risiko penularan dan mendorong aksi jual tajam di pasar ekuitas.
Banco Espirito Santo SA berusaha menenangkan investor setelah melakukan pembayaran wesel jangka pendek dan komitmen Bank Sentral Eropa yang siap untuk mendukung bank-bank yang bermasalah. Perdana Menteri Portugal meminta investor untuk "tetap tenang," tetapi para investor masih tetap curiga karena himbauan untuk tenang juga terjadi selama krisis utang Eropa.
Kekhawatiran akan penularan krisis hutang hingga ke pinggiran zona Eropa tercipta kembali dan mendorong harga emas bergerak ke level tinggi.
Konflik yang terjadi di Ukraina dengan Rusia, Irak dengan Suriah dan Israel dengan Hamas telah membuat kekhawatiran baru.
Sementara itu, pertempuran di Ukraina terus berlangsung setelah tentara Ukraina terus mengepung Donetsk, pertahanan terakhir dari separatis pro-Rusia. Para pemberontak terus bertahan dengan harapan bahwa Rusia akan membantu langsung terhadap perjuangan yang dilakukan mereka.
Situasi pertempuran di Jalur Gaza terus terlihat memanas ketika Hamas Palestina terus menembakkan roket ke Israel, dan membuat Israel terus membalas dan menembakkan roket dengan target serangan di sekitar Gaza.
Pemerintah India akan mempertimbangkan pembatasan impor emas setelah situasi fiskal membaik, ujar Menteri Keuangan Arun Jaitley. Dia mengatakan New Delhi harus waspada terhadap defisit giro dan defisit fiskal. Arus keluar valuta asing yang lebih tinggi atas arus masuk dapat memicu defisit neraca transaksi berjalan.
Jaitley mengajukan anggaran tahunan di Parlemen India pada 10 Juli dengan tidak merubah kebijakan pajak impor emas yang tinggi di India dan mengecewakan para pedagang. India adalah konsumen emas terbesar kedua di dunia.
Harga emas mereda pada hari Jumat namun logam mulia masih membukukan kenaikan sebesar 1,2% atau $ 16,10 per ounce pekan lalu, kenaikan mingguan keenam.
Investor menjual emas pada hari Senin menjelang awal musim corporate earning AS. Pelaku pasar juga menunggu testimoni di hadapan Kongres oleh ketua Federal Reserve Janet Yellen pada akhir pekan ini.
Pedagang sedang menunggu indikasi baru pada arah masa depan kebijakan moneter setelah risalah pertemuan Fed untuk bulan Juni sedikit menyingkap informasi terbaru mengenai waktu suku bunga akan naik.
Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di $ 1,310.72 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support $ 1,300.33 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas menguat terhadap dolar dan harga emas tertahan kuat di area $ 1,325.80 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance $ 1,336.19 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di $ 1,351.27.
Perak berjangka untuk pengiriman September juga turun tajam, turun 0,97% menjadi $ 21,25 per troy ounce. Tembaga untuk pengiriman September turun 0,02% menjadi $ 3,268 per pon, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun 0,37% menjadi $ 872,10 per ounce.











0 komentar:
Post a Comment