English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, June 12, 2014

Emas Sedikit Menguat Dengan Fokus Pada Irak

gold update, highlight, latest news
KONTAK PERKASA (12/06) - Harga emas sedikit menguat dipasar Asia, terkait peristiwa di Irak setelah pemberontak menguasai dua kota, yang mengancam upaya untuk membangun kembali industri minyak negara itu.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $ 1,261.40 per troy ounce, naik 0,02%, setelah mencapai level terendah semalam di $ 1,258.00 dan tertinggi pada $ 1.265,30.

Harga emas telah jatuh terutama di sesi terakhir karena harapan untuk pemulihan AS untuk terus mendapatkan dukungan dan mendorong the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang telah diantisipasi pasar.

Spekulan mengirim harga emas naik lebih tinggi pada hari Rabu, meskipun keuntungan tetap terbatas karena investor tetap menanti rilis penjualan ritel AS dan laporan terbaru klaim pengangguran mingguan.

Belanja konsumen menyumbang sekitar 70% dari aktivitas ekonomi AS, dan laporan optimis bisa mengirim harga emas jatuh dengan mengingatkan investor bahwa kebijakan moneter ultra-longgar yang telah mendukung logam kuning sejak krisis keuangan tahun 2008 sedang dalam proses penghentian.

Harga emas kemungkinan akan bergerak menuju support di USD 1,257.70 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa harga emas bergerak ke bawah menuju support USD 1,251.90 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas menguat terhadap dolar dan harga emas tertahan kuat di area USD 1,260.00 per troy ounce dan muncul sinyal bullish di sekitar area tersebut membuka potensi harga akan bergerak ke atas menuju resistance USD 1,263.50 per troy ounce. Pecahnya area tersebut akan membawa emas bergerak ke atas menuju resistance berikutnya di USD 1,269.30.

Perak untuk pengiriman Juli naik 0,17% pada $ 19,205 per troy ounce. Tembaga berjangka untuk pengiriman Juli naik 0,605 di $ 3,038 per pon.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top