English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, October 18, 2013

Westpac dan Credit Suisse Pangkas Proyeksi Indeks Dolar


Perdebatan di Washington mengenai shutdown parsial pemerintah dan kenaikan plafon hutang AS membuat analis memangkas proyeksi untuk dollar untuk ketiga bulannya, pemangkasan beruntun paling panjang tahun ini. Mulai dari Credit Suisse Group AG hingga Westpac Banking Corp., telah memangkas perkiraan nilai tukar dollar AS terhadap euro, pound, dollar Kanada, franc Swiss, dan yen Jepang sebanyak rata-rata 12% di bulan Oktober. Hal ini menyusul pemangkasan sebesar 1.7% bulan lalu, merupakan pemangkasan terbesar tahun ini, dan pemangkasan sebesar 1.2% di bulan Agustus.

Kesepakatan yang terjadi pada menit-menit akhir untuk memperpanjang sementara otoritas pinjaman pemerintah AS akan memungkinkan pemerintah AS untuk di buka kembali dan hindari default utang. Namun dengan ditutupnya sebagaian pemerintahan AS dalam tiga pekan terakhir dapat mengurangi sekitar 0.5% dari GDP kuartal keempat, berpotensi memperpanjang pembelian obligasi dan memicu diskusi tentang perlunya penambahan stimulus, kata ekonom Westpac, Elliot Clarke.” Itu akan memungkinan terjadi sebelum kita dapatkan pembacaan yang jelas pada pasar kerja pasca penutupan pemerintah namun secara logika mengingat peristiwa akhir-akhir ini dan belum adanya solusi jangka panjang kita mungkin akan melihat rendahnya pertumbuhan tenaga kerja sampai sisa tahun 2013 sampai 2014,” kata Clarke.”

Tren ini tampaknya akan membatasi pertumbuhan konsumsi untuk bergerak dibawah standar dengan setiap kucuran kredit yang berkelanjutan akan berikan dukungan untuk imbangi pelemahan ditempat lain. Rendahnya pertumbuhan tenaga kerja juga menimbulkan resiko pada pasar perumahan yang sudah melemah dengan kenaikan suku bunga KPR sepanjang tahun 2013.” Pasar ekuitas di seluruh dunia mungkin relatif menjadi kuat dan dollar AS dapat melemah terhadap penguatan mata uang beresiko seperti dollar Australia , tambah Elliot.

Dengan hanya terpaut tiga hari, kesepakatan yang dapat menghindari default dan mengembalikan operasi penuh pemerintahan terus menghantui para politisi di AS. Hal tersebut mungkin akan mendorong Federal Reserve untuk terus mencetak dollar dan mengalirkannya menuju sistem keuangan dengan pembelian obligasi. “Dollar akan diperdagangkan melemah,” menurut Richard Franulovich, kepala strategis mata uang pada Westpac di New York. “Jika dan setelah situasi ini terselesaikan, akan ada rally bagi dollar, namun menurutku rally tersebut tidak akan berkepanjangan.”


Sumber: www.monexnews.com

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top