English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, October 17, 2013

Shutdown Amerika Berakhir Hari Ini



Kesepakatan batas atas utang AS (US Debt Ceiling) akhirnya tercapai pagi tadi atau malam hari waktu Washington. Setelah melalui debat panjang selama kurang lebih 11 jam, Senat dan DPR AS telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikan batas atas utang sementara dengan kesepakatana akan membiayai pemerintah federal hingga 15 Janurari 2014 dan batas atas utang AS akan tersentuh kembali sekitar tanggal 7 Februari 2014. Selain menaikkan plafon anggaran, senat juga menyetujui membuka kembali layanan pemerintah yang telah berstatus shutdown sejak 1 Oktober.

Keputusan senat akan dikirim secepatnya ke Presiden Barack Obama untuk ditetapkan. "Setelah perjanjian itu tiba di meja saya, saya akan menandatangani segera," kata Obama malam waktu Washington.

Obama mengatakan, setelah ditandatangani maka kesepakatan itu akan menjadi Undang-undang yang akan menyediakan dana baru bagi badan-badan federal yang telah ditutup sejak 1 Oktober. Artinya, kesepakatan tersebut akan menempatkan pekerja federal kembali pada pekerjaannya masing-masing.

Meski kesepakatan ini bersifat temporer namun telah meloloskan AS dari status default. Dan ini melegakan pelaku pasar keuangan global. Aset-aset beresiko terutama saham kembali diburu. Pagi ini indeks saham Asia menguat. Shutdown operasional pemerintahan federal AS pun telah berakhir. Aktivitas pemerintahan akan kembali berjalan normal.
Dengan berakhirnya masalah debt ceiling (untuk sementara waktu), perhatian pelaku pasar akan kembali ke data-data ekonomi AS dan kebijakan moneter bank sentral AS.

Belum diketahui pasti kapan pemerintah AS akan kembali merilis data-data ekonominya, tapi yang pasti tidak akan lama lagi. Shutdown pemerintahan AS selama 16 hari memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi AS. Bank sentral AS akan mengkaji dampaknya sebagai bahan pertimbangan untuk mengurangi stimulus di samping mengkaji data-data ekonomi AS. Waktu dimulainya kebijakan tapering masih tanda tanya tapi kemungkinan tidak di akhir bulan ini.

Shutdown telah memangkas setidaknya 0,6 persentase poin dari produk domestik bruto (GDP) kuartal keempat, atau $ 24milyar, Standard & Poor memperkirakan pada hari Rabu.
Federal Reserve dalam laporan Beige Book-nya yang dirilis dinihari tadi mengungkapkan sekitar sepertiga negara bagian mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat sepanjang September hingga awal Oktober.


Mario Prabowo


0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top