Bagaikan adegan di film, perdebatan alot antara Partai Demokrat dan Partai Republik berujung pada lumpuhnya Amerika Serikat (AS). Peristiwa tragis ini merupakan pertama kali bagi AS yang terjadi dalam tempo 17 tahun. Kelumpuhan pemerintahan Barack Obama terjadi, pasca Kongres AS resmi menolak proposal anggaran pemerintah untuk tahun fiskal 2014. Dan akhirnya, pergantian tahun fiskal AS yang seharusnya terjadi per 1 Oktober kemarinpun berakhir tragis.
Penolakan Kongres AS sekaligus memulai era pembekuan sementara pemerintahan Obama, lantaran tidak memiliki anggaran. Ini juga berujung pada nasib pegawai negeri sosial (PNS) AS. Sekitar satu juta PNS AS dipastikan tidak menerima gaji selama batas utang AS tidak dikatrol naik. Tidak cuma itu, sejumlah operasional pemerintahan juga harus tutup buku.
Misalnya saja, penutupan taman nasional dan penghentian proyek penelitian medis. Beberapa kantor pemerintahan juga bakal ditutup untuk mengurangi pengeluaran negara. Namun, pengeluaran untuk fungsi penting, khususnya yang berkaitan dengan keamanan nasional dan keselamatan publik masih akan terus berjalan. Ini termasuk gaji bagi pasukan militer AS.
Berujung di sistem keuangan
Pelaku pasar menilai, shutdown atau pembekuan pemerintahan AS merusak kredibilitas AS di luar negeri. "Tragedi ini akan berlanjut pada kegagalan teknis sistem keuangan. Ini mengirim sinyal kekacauan di pasar keuangan," ujar Tom Levinson, Analis ING, kemarin. Yang mengejutkan, berita pembekuan pemerintahan AS ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. Hingga pukul 20.00 WIB, indeks Dow Jones bergerak naik tipis 0,14% di level 15.067. Sementara indeks Nasdaq juga naik 0,21% ke level 3.215. EUR/USD juga hanya menguat tipis di level 1,3557.
Sejatinya, kesempatan bagi pemerintahan Obama untuk kembali beroperasi bisa terjadi kapan pun. Andaikan lobi politik dua partai ASmenemui ujungnya, Kongres AS sewaktu-waktu dapat meneken persetujuan terkait rencana undang-undang (RUU) anggaran tahun 2014. Yang pasti, drama antara kedua kubu politik di AS belum usai. Di pertengahan Oktober nanti, Partai Republik kembali memainkan peran penting. Pasalnya, pertengahan Oktober adalah batas maksimal bagi Kongres untuk menaikkan batas atas utang AS
Tanggapan Obama
Sementara itu di Washington, Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji dan bertekad tidak akan membiarkan Partai Republik melemahkan undang-undang kesehatan yang digagasnya sebagai syarat untuk menormalkan kembali jalannya pemerintahan AS.
Pemerintah telah menutup sebagian operasionalnya setelah dua majelis Kongres gagal menyetujui anggaran baru, dan Partai Republik bersikeras untuk mencabut atau menunda UU Kesehatan Obama.
"Mereka meminta tebusan," kata Obama yang berasal dari Partai Demokrat.
Lebih dari 700.000 pegawai federal menghadapi cuti tanpa dibayar. Selain itu taman nasional, museum dan banyak bangunan juga ditutup.
Pada Selasa (2/10) kemarin, Obama menyalahkan Partai Republik yang konservatif di DPR atas penutupan ini. Ia mengatakan "Satu faksi dari satu pihak bertanggung jawab karena mereka tidak suka sebuah undang-undang,” ujarnya.
"Mereka sudah menutup pemerintah atas perang salib ideologis untuk menolak asuransi kesehatan yang terjangkau bagi jutaan rakyat Amerika," kata Obama di Gedung Putih.
Obama berjanji akan memaksa Kongres untuk meloloskan anggaran, mengakhiri penutupan operasional pemerintah, membayar tagihan dan mencegah kemacetan ekonomi.
Mario Prabowo
0 komentar:
Post a Comment