English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, October 3, 2013

Pola Double Bottom: Signal Rally Emas Menuju $1,425 Dalam Waktu Dekat

Emas menguat hampir 3% pada hari Rabu, menutup kembali sebagian besar pelemahannya pada sesi sebelumnya, seiring anjloknya dollar dan lemahnya ekuitas AS yang memicu aksi bargain hunting pada logam mulia.

Emas meningkatkan penguatannya setelah data menunjukkan bahwa perusahaan swasta AS hanya menambahkan lebih sedikit pekerja dari perkiraan ekonom di bulan September, berdasarkan data ADP National Employment, ini menunjukkan bahwa pertumbuhan di pasar kerja stabil namun masih lesu.

Sebagian pemerintahan di Washington berhenti untuk hari kedua, menambahkan kecemasan atas  seberapa cepat kompromi politik akan tercapai.

“Pasar gelisah karena pemerintahan berhenti. Jika sejumlah angka ekonomi terus melemah dari yang di perkirakan, kita mungkin akan melihat penurunan pada dollar, dan uang di ekuitas akan mengalir kembali ke Treasuries dan emas seperti saat ini,” kata Tom Power, trader komoditas senior di broker berjangka R.J O’Brien.

Presiden Obama bahkan utarakan tidak akan ada negosiasi anggaran jika parlemen tidak mengakhiri penutupan aktivitas pemerintahannya. Dalam wawancara dengan CNBC, Obama mengatakan bahwa dirinya tidak senang dengan keenganan Republik untuk memberikan pendanaan.

Status emas sebagai safe haven biasanya cemerlang atas ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik. Berkepanjangnya pembicaraan anggaran AS dapat mengangkat harga emas, seiring hal tersebut akan menjaga tekanan bagi Federal Reserve untuk pertahankan stimulus moneter.

Tehnikal

Harga emas kemungkinan akan rebound menuju level $1,425 per ons pada kuartal keempat setelah membentuk pola “double bottom,” menurut analisa teknikal oleh Logic Advisors.

Harga emas kemungkinan akan naik sekitar 7.9% dari level penutupan terakhir, ucap Bill O’Neill, mitra pada Logic Advisors di Upper Saddle River, New Jersey.

Kemarin, harga emas menyentuh $1,276.90, level terendah dalam 8 pekan, menyusul level rendah pertama yang disentuh pada $1,271.80 tanggal 7 Agustus lalu.

“Kita telah melihat harga terpantul naik dari level $1,270, dan nampaknya itu merupakan dasarnya,” ucap O’Neill. “Ketidakpastian politik seputar Shutdown, penaikan batas plafon utang (debt ceiling) dan penundaan tapering, serta tingkat permintaan fisik yang cenderung meningkat jelang puncak perayaan Festival Diwali di India bulan depan, juga akan sangat mendukung harga emas.”

 

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top