
Permintaan untuk perhiasan, emas batangan dan koin di India, China, Indonesia dan Vietnam akan naik sekitar 60% dari total permintaan global dibandingkan dengan 35% di tahun 2004, kata para ekonom termasuk Frederic Neuman yang menulis dalam catatannya pada hari ini, mengutip data dari World Gold Council. Emas sebagian besar di gunakan di Asia sebagai lindung nilai, tulis Neuman.
Sementara emas menuju penurunan tahunan pertama sejak tahun 2000 karena pemulihan AS dan terbebani oleh rencana pengurangan stimulus oleh Federal Reserve, kemerosotan emas telah memicu permintaan emas koin dan perhiasan dari pembeli di Asia. Sejak 2008, permintaan untuk emas di India naik lebih dari dua kali lipat, sementara itu konsumsi di China hampir 350%, kata Neuman. Kedua negara tersebut adalah pembeli terbesar.
“Dengan inflasi yang masih meningkat di banyak negara, dan suku bunga tidak berikan kompensasi yang memadai, diperkirakan nafsu membeli emas akan bertahan,” tulis Neuman.”Asia akan menjadi pasar emas. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terus melonjak.”
Emas pada hari ini diperdagangkan di kisaran $1.315/onz pada pukul 11.17 WIB, turun sebanyak 31% dari rekor tertinggi di tahun 2011. Harga emas yang telah turun sebanyak 21% pada tahun ini, akan turun dalam setiap empat kuartal berikutnya dan mencapai level terendah dalam empat tahun seiring akan adanya pengurangan stimulus dalam merespon cepatnya pertumbuhan yang membatasi permintaan emas, di katakan oleh 10 analis paling akurat yang di kumpulkan oleh Bloomberg.
Sumber: www.bloomberg.com
Tweets by @Marioprabowo










0 komentar:
Post a Comment