English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, October 9, 2013

Obama Calonkan Yellen Sebagai Pengganti Bernanke


WASHINGTON. Presiden AS Barack Obama akan menominasikan Wakil Pimpinan The Federal Reserve Janet Yellen untuk memimpin bank sentral pada hari ini (9/10). Pengumuman ini diumumkan langsung oleh Gedung Putih melalui email. 

Yellen (67 tahun), akan menggantikan pimpinan the Fed Ben S Bernanke yang masa jabatannya akan segera berakhir pada 31 Januari mendatang. Dalam beberapa hasil survei yang dilakukan kepada para ekonom, Yellen mendapat banyak dukungan dan menjadi favorit. Tidak hanya itu, dia juga mendapatkan dukungan 20 anggota Senat Demokrat yang menandatangani surat dukungan pada 26 Juli lalu dan mengirimkannya kepada Obama. 

Gedung Putih mengatakan, pengumuman nominasi ini akan dilakukan hari ini pukul 15.00 waktu setempat. Dalam acara tersebut, Bernanke juga dipastikan akan hadir. 

Obama memutuskan untuk memilih Yellen setelah kandidat lain yakni mantan menteri keuangan AS dan penasihat ekonomi Gedung Putih Lawrence Summers mengundurkan diri sebagai kandidat. Pencalonan Lawrence memang mendapatkan tentangan dari Demokrat dan Komite Senat Perbankan. 

Yellen sendiri sudah menjabat sebagai wakil pimpinan the Fed sejak 2010. Sebagai orang nomor dua di bank sentral, Yellen sudah memastikan mendukung kebijakan moneter yang akomodatif. Dalam sejumlah pidatonya di tahun 2012, dia menjelaskan mengapa suku bunga acuan harus tetap mendekati nol hingga akhir 2015. Pada pidato 2011, dia menekankan bahwa dua ronde pertama pembelian aset dalam skala besar yang dilakukan the Fed akan menciptakan 3 juta lapangan kerja.

Dolar Melemah

Pelemahan dollar terhadap mayoritas mata uang utama dunia terjadi setelah pengumuman Gedung Putih bahwa Presiden AS Barack Obama akan menominasikan Wakil Pimpinan The Federal Reserve Janet Yellen untuk memimpin bank sentral pada hari ini (9/10). Investor berspekulasi, Yellen akan terus mempertahankan kebijakan stimulus untuk beberapa waktu ke depan. 

"Kebijakan Yellen setali dua uang dengan Bernanke. bahkan sebagian pihak melihat, kebijakan Yellen bisa lebih longgar dibanding Bernanke. Kebijakan yang longgar akan menekan posisi dollar," jelas Shinichiro Kadota, foreign exchange strategist Barclays Plc di Tokyo. 


Sumber: http://investasi.kontan.co.id

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top