KONTAK PERKASA (04/10) - Minyak mentah tergelincir lebih rendah , karena kekhawatiran atas konsekuensi dari tutupnya pemerintah AS terus membebani , meskipun badai OA di Teluk Meksiko mengancam pasokan .
Di New York Mercantile Exchange , minyak mentah untuk pengiriman November diperdagangkan di USD103.13 per barel , turun 0,18 % .
Minyak mentah kemungkinan akan mencari support di USD101.44 per barel dan resistance pada USD104.37 per barel .
Pasar gelisah karena investor terus mempertimbangkan implikasi dari berlarut-larutnya penutupan dari pemerintah AS.
Pada hari Kamis , Data sektor jasa AS yang mengecewakan menambah kekhawatiran bahwa shutdown di Washington bisa memiliki konsekuensi yang lebih luas pada ekonomi AS .
Institute of Supply Management mengatakan indeks manajer pembelian non-manufaktur jatuh ke level terendah tiga bulan 54,4 pada bulan September dari pembacaan 58,6 pada bulan Agustus . Para analis telah memperkirakan indeks menurun menjadi 57,4 bulan lalu .
Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Kamis mengatakan laporan kerja untuk bulan September tidak akan dirilis sesuai jadwal pada Jumat karena masih ditutupnya sebagian layanan pemerintah . Dikatakan tanggal rilis baru belum ditetapkan .
Investor juga mempertimbangkan bagaimana kebuntuan politik AS akan berdampak pada negosiasi untuk menaikkan plafon utang AS , Departemen Keuangan AS telah diperkirakan akan jatuh tempo pada 17 Oktober.
Berbicara semalam, kepala Dana Moneter Internasional Christine Lagarde mengatakan kegagalan untuk menaikkan plafon utang AS bisa mempengaruhi ekonomi global serta pertumbuhan ekonomi AS bisa turun di bawah 2 % tahun ini .
Di ICE Futures Exchange , minyak Brent untuk pengiriman November turun 0,09 % diperdagangkan pada USD108.91 per barel , dengan selisih antara Brent dan minyak mentah sebesar USD5.78 per barel .










0 komentar:
Post a Comment