English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, September 23, 2013

Warren Buffet: "Bernanke Harus Diberi Kesempatan Untuk Menyelesaikan Apa Yang Sudah Dia Mulai"


Kontak Perkasa (23/9),WASHINGTON. - Miliarder dunia, Warren Buffett mengibaratkan The Federal Reserve sebagai hedge fund karena kemampuannya mengambil keuntungan dari program stimulus berupa quantitative easing (QE).

Dari program pembelian obligasi itu, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) berhasil menambah neraca lebih dari US$ 3 triliun.

"The Fed adalah hedge fund terbesar sepanjang sejarah," kata Buffet, Sabtu, di Georgetown University, Washington.

Menurut hitungan Buffet, dari program QE, pendapatan pemerintah AS bertambah antara US$ 80 miliar hingga US$ 90 miliar setiap tahun. "Dan itu tidak terjadi beberapa tahun sebelumnya," jelasnya.

The Fed, memborong obligasi senilai US$85 miliar per bulan untuk memulihkan perekonomian AS dari resesi terburuk.

Ketua The Fed, Ben S Bernanke dan pembuat kebijakan federal lainnya pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan rencana pembelian obligasi senilai US$ 85 miliar per bulan karena data ekonomi AS belum cukup tangguh.

"The Fed tidak dalam kondisi tertekan, tidak ada yang harus buru-buru dikurangi," menurut Buffett.

Menurutnya, dalam program pengurangan stimulus, Bank Sentral AS bisa menentukan waktu sendiri.

"Jika anda mengenal orang yang cukup bijaksana dalam memberi kebijakan, saya pikir orang itu adalah Bernanke," nilai Buffet pada Ketua The Fed.

Baginya, siapa pun pengganti Bernanke harus memiliki kecakapan yang sama. Tak cukup mudah mengambil keputusan dalam situasi Amerika seperti saat ini. "Dan ini sangat menarik untuk diamati," kata Buffet.

Bernanke mengarahkan Fed melalui krisis 2008 dan masa jabatannya akan berakhir pada Januari 2013. Presiden Barack Obama belum melempar sinyal ke pasar, siapa pengganti Bernanke di periode selanjutnya.

Siapa Calon Pengganti Bernanke

Sumber eksekutif yang dekat dengan Obama membisikkan, Wakil Ketua The Fed, Janet Yellen adalah kandidat yang sangat dijagokan setelah mantan Menteri Keuangan Lawrence Summers mengundurkan diri dari bursa pencalonan ketua bank sentral. Presiden juga dikabarkan sedang menimbang nama mantan Wakil Ketua The Fed lainnya, Donald Kohn.

Buffett memuji kemampuan Bernanke dalam menstabilkan pasar sejak krisis 2008. "Dia bilang masih akan melakukan stimulus sampai ia banyak melihat berbaikan perekonomian. Namun sepertinya dia kecewa dengan perkembangan data ekonomi beberapa tahun terakhir," kata Buffett.

Informasi, Buffett yang saat ini berusia 83 tahun menjadi orang terkaya keempat dengan membangun Omaha Berkshire Hathaway yang berbasis di Nebraska. Perusahaannya mengelola duit senilai US$ 289 miliar. Sebagai CEO sekaligus pemegang saham terbesar, ia berhasil mengubah produsen tekstil gagal menjadi operator di bisnis asuransi hingga rel kereta api yang besar.


Benarkah Pelaku Pasar Tetap Inginkan Bernanke?

Spekulasi mengenai siapa pengganti Bernanke pun mulai merebak. Sejumlah pelaku pasar modal bilang, opsi terbaiknya adalah Bernanke tidak pergi sama sekali.

Investor sekaligus miliarder dunia Warren Buffett juga berpendapat, Bernanke harus mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan apa yang sudah dia mulai.

"Jika Anda memiliki 400 pemukul dalam daftar yang ada, Anda tidak akan mengganti dia. Bernanke mungkin mau melepaskan jabatan ini. Tapi saya rasa, sejak kepanikan lima tahun lalu, dia sudah melakukan pekerjaan yang hebat. Saya rasa dia harus mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikannya," jelas Buffett. 

Selama dua masa jabatan Bernanke sebagai pimpinan the Fed, dia mengeluarkan kebijakan program quantitative easing terbesar di dunia. Banyak pengamat industri memberikan apresiasi teradap perekonomian Amerika atas kesuksesannya dalam membantu mengeluarkan ekonomi AS dari resesi terburuk sejak 1930-an.

Namun, di luar popularitasnya, Bernanke dihadapkan bahwa masa jabatannya akan segera berakhir pada 31 Januari 2014 mendatang. Apalagi, ada hasil laporan yang menunjukkan, dia sudah tinggal lebih lama dari yang dia inginkan.

Meski demikian, pekan ini, berita bahwa kandidat kontroversial Larry Summers sudah menarik kembali namanya untuk dipertimbangkan sebagai pimpinan the Fed selanjutnya telah mendorong kembali perdebatan ini. Wakil pimpinan the Fed Janet Yellen dinilai orang yang tepat untuk menggantikan Bernanke. Namun, kemunduran Summers menghembuskan isu bahwa Bernanke akan menjadi salah satu kandidat lagi.

Jack Bouroudjian, CEO Bull and Bear and Bear Partners, mengungkapkan bahwa pasar akan menyambut positif jika Bernanke tetap sebagai pimpinan karena dia menciptakan kepastian.

"Apa yang saya cemaskan adalah kita sudah punya dokter. Namun di tengah-tengah operasi, kita akan menggantinya," jelas Bourodjian.

Sekadar informasi, pekan ini, bank sentral AS mengejutkan pasar dengan keputusannya untuk tidak memangkas nilai stimulus. Padahal sebelumnya, pelaku pasar telah memprediksi, bahwa the Fed akan mengurangi stimulus dengan kisaran US$ 10-US$ 20 milyar mulai bulan ini.



0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top