English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, September 6, 2013

Sekutu Suriah Siap Balas AS

suriah, senjata kimia
WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) berhasil menyadap perintah serangan terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) AS dan kantor diplomatik lain di Baghdad. Menurut pejabat AS, rencana serangan itu datang dari pemerintah Iran. Milisi di Irak diperintahkan menyerang jika Washington melancarkan tindakan militer terhadap Suriah.

Pejabat militer AS memprediksi sejumlah serangan balasan akan datang dari Suriah, Iran, dan negara sekutu mereka. Militer Amerika mewaspadai armada kapal kecil Iran di perairan Teluk Persia, tempat kapal perang AS disiagakan. Pejabat AS juga memprediksi serangan Hizbullah terhadap Kedubes AS di Beirut.

Amerika telah mengatur ulang posisi sumber daya militer di Timur Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. AS juga memiliki aset lain di Timur Tengah yang siap merespons serangan balasan apapun dari Suriah, Iran, atau sekutu mereka.

AS mengerahkan satuan penyerang yang terdiri atas kapal induk USS Nimitz dan tiga kapal perusak di Laut Merah. Washington juga mengirim sebuah kapal amfibi, USS San Antonio, di perairan bagian timur Laut Tengah untuk membantu evakuasi.

Tak hanya itu, AS juga mempersiapkan Marinir dan beberapa pasukan lain untuk membantu evakuasi di perkantoran diplomatik jika diperlukan. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS juga mulai bersiap. Terhitung sejak sepekan lalu, Deplu AS mulai mewaspadai serangan balasan di sejumlah Kedubes serta kantor diplomatik lain di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di lain sisi, AS masih mempersiapkan kemungkinan serangan sepihak terhadap Suriah. Militer AS merancang sejumlah opsi penyerangan sekaligus mulai memperkuat pasukan militer di Timur Tengah, termasuk menempatkan empat kapal perusak di bagian timur Laut Tengah.

Kapal perusak ini dipersenjatai dengan rudal Tomahawk yang bisa dioperasikan untuk menyerang Suriah. Ada pula rudal jenis Standard Missile-3 untuk menghadang rudal balistik yang mungkin sekali diluncurkan Iran sebagai serangan balasan.

Namun, proses persiapan serangan terhambat pekan lalu, kala Presiden AS Barack Obama mengaku akan lebih dulu meminta restu dari Kongres AS sebelum melancarkan tindakan militer terhadap Suriah.

Menurut pejabat AS, penangguhan serangan memungkinkan sekutu Assad—termasuk milisi Syiah di Irak—meningkatkan koordinasi untuk serangan balasan.

Sementara itu, Israel sejauh ini berfokus pada serangan balasan dari Iran dan Hizbullah, sekutu Teheran di Lebanon. Pemimpin Pasukan Garda Revolusioner Iran pekan lalu menyatakan serangan terhadap Suriah dapat memicu “kehancuran Israel.”

Deplu AS mengeluarkan peringatan terbaru pada Kamis waktu setempat. Deplu memperingatkan  pesawat dengan keperluan tak penting agar tidak terbang ke Irak. Deplu menggarisbawahi aktivitas teror “pada level yang belum pernah terulang sejak 2008.” Sebelumnya tahun ini, AS mengumumkan kekerasan terhadap warga mereka mulai menurun. Jaminan itu telah dipatahkan oleh peringatan terbaru Deplu.


 http://indo.wsj.com/posts/2013/09/06/sekutu-suriah-siap-balas-as/

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top