English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, September 24, 2013

Pengaruh Sentimen AS Seputar Isu Tapering dan Debt Ceiling Terhadap Harga Emas

 
Nuansa euphoria penundaan tapering dari Federal Reserve AS (the Fed) nampak masih terasa hingga memasuki pekan ke-4 bulan September ini setelah minggu lalu (Kamis, 19/9) the Fed akhirnya tetap mempertahankan program pembelian obligasi sebesar $85 miliar per bulan.

Keputusan untuk menunda pengurangan stimulus tersebut telah mengejutkan pasar mengingat prediksi sebelumnya menunjukan bahwa bank sentral AS akan mengurangi sekitar $10-$15 miliar dari total stimulus yang digelontorkan sebesar $85 miliar setiap bulan nya. Sontak seketika pasar bergejolak bersama dollar AS (USD) merosot tajam terhadap major currencies. Bahkan hampir semua indeks saham di kawasan Asia mengalami rebound, termasuk komoditas minyak dan emas.

Namun demikian patut di waspadai, rally pasar yang terjadi tersebut kemungkinan sifatnya temporer untuk jangka panjang, setidaknya hingga akhir tahun ini. Pasar global kembali akan di hantui oleh isu tapering, karena hingga akhir tahun 2013 ini, the Fed masih akan menggelar pertemuan nya (meeting) setidaknya 3 kali lagi. Sehingga rally pasar sewaktu-waktu dapat terkoreksi

Diantara produk investasi yang paling cepat mengalami hantaman koreksi adalah komoditas emas dunia. Di hari Kamis pekan lalu (19/9), harga emas yang sebelumnya sempat melonjak hingga kisaran $1375/troy ons, dalam selang hanya satu hari kemudian, harga logam mulia hari ini sudah sempat anjlok kembali hingga mencapai kisaran $1315/troy ons.

Koreksi emas terutama terjadi akibat munculnya kembali isu tapering yang akan dilakukan pada pertemuan bulan Oktober menyusul komentar dari Presiden Fed. – St. Louis, James Bullard yang menyebutkan bahwa bank sentral akan mengurangi sedikit stimulus yang telah digelontorkan setiap bulan nya, karena diyakini data-data ekonomi akan mendukung

Selain itu, saat ini sentimen di pasar sebagian mulai beralih ke isu ‘debt ceiling’ AS atau plafon utang Amerika yang nampaknya bisa memberikan tekanan ke greenback (USD). Sehingga hal itu nantinya akan turut memberikan peluang penguatan kepada major currencies dan juga asset safe haven emas, apalagi bila dikombinasikan dengan data-data fundamental ekonomi zona Eropa yang akan rilis sepanjang pekan ini yang di ekspektasi positif.

Jika pihak administrasi Presiden Obama dan partai Republik tidak setuju untuk menaikkan batas atas pinjaman negara sebelum Oktober, Departemen Keuangan AS mungkin tidak memiliki banyak pilihan untuk mencegah batas utang yang telah melebihi $16.7 triliun, yang dapat mengirim AS menuju kebangkrutan alias default.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top