English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, September 9, 2013

Emas Turun di Sesi London dan Outlook Mingguan


Harga emas jatuh di sesi London dalam spekulasi bahwa petinggi Federal Reserve akan memangkas pembelian obligasi bulanan pada bulan ini. Sementara emas sempat naik 1.8% hari Jumat lalu setelah data menunjukkan perusahaan di AS menambah pekerjaan lebih sedikit dari perkiraan di bulan Agustus, data tersebut tidak cukup kuat untuk mengikis ekspektasi ekonom bahwathe Fed akan memangkas stimulusnya. Bank sentral diperkirakan akan mengurangi pembelian obligasi bulanan menjadi 75 milyar dollar perbulan dari saat ini 85 milyar dollar per bulan pada pertemuan tanggal 17-18 September nanti.
Emas sempat pulih pada tanggal 28 Agustus lalu seiring tingginya permintaan fisik di Asia sejak bulan Juni dan di tengah kecemasan bahwa AS akan menyerang Suriah atas penggunaan senjata kimia pada penduduknya. Harga emas telah turun sebesar 17% tahun ini seiring sejumlah investor kehilangan kepercayaan terhadap emas sebagai safe haven dan dalam spekulasi bahwa the Fed akan memangkas stimulus.
“Meningginya ketegangan geopolitik terkait dengan Suriah telah berkontribusi pada penguatan harga emas belakangan ini,” Suki Cooper, analis pada Barclays Plc di New York. “Meski data non-farm payrolls yang lebih lemah dari perkiraan melambungkan harga emas, ekonom masih yakin bahwa data tersebut masih memberikan lampu hijau bagi the Fed untuk memangkas program pembelian aset bulan ini.”


Sementara itu dalam berita ekonomi , China selama akhir pekan melaporkan ekspor yang kuat selama bulan Agustus , naik sebesar  7,2 % pada basis tahunan . Kuat tingkat impor China dari tahun ke tahun sampai dengan Agustus juga dilaporkan meningkat hingga 7,0% . Angka Inflasi tahunan untuk konsumen di China naik 2,6% pada bulan Agustus, sesuai dengan harapan . Laporan untuk angka produksi industri Cina akan dirilis pada hari Selasa . Ada juga laporan data GDP yang kuat datang dari Jepang pada hari Senin lalu. Saham-saham Asia terangkat pada data ekonomi optimis yang keluar dari wilayah tersebut .

Tehnikal
Data ekonomi AS yang akan dirilis pada minggu ini termasuk ringan, meliputi data kredit konsumen.pada hari ini, laporan persediaan minyak pada hari Rabu, klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis, selanjutnya pada hari Jumat terdiri atas data penjualan retail, indeks harga produsen (PPI), dan data sentimen konsumen.
Pedagang dan investor sudah melihat ke depan kepada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC ) yang akan diadakan pekan depan (17-18 September 2013). Secara teknis, trend bullish emas masih memiliki peluang yang lebih besar dijangka pendek. 
Target resisten terdekat yang akan dituju adalah level $1.400.00 dan $1.416.40 (tertinggi minggu lalu), sebelum menuju ke resiten berikutnya dilevel $1.434.00 (harga tertinggi Agustus). Sementara pergerakan turun akan dibatasi oleh support pertama di $1.375.00 dan $1.358.80 (terendah minggu lalu) dan support kunci dilevel $1.350.00 per troy ounce.
Dibawah dapat dilihat grafik candlestick dengan time frame daily dengan target bullish diperkirakan hingga level $1.490 - $1.500.
(Mario Prabowo)



Sumber: www.monexnews.co; www.kitco.com

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top