
Kontak Perkasa, Rabu (18/9) - NEW YORK. Harga emas diperdagangkan turun untuk hari kelima setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) walaupun dirlis kurang dari perkiraan para analis sebelumnya. Akibatnya, daya tarik logam mulia ini sebagai lindung nilai banyak diabaikan.
Emas juga terus mendapat tekanan akibat ekspektasi para analis yang mengatakan Federal Reserve akan mulai mengurangi program stimulus moneter pada rapat yang akan berakhir hari ini. Stimulus moneter dari The Fed selama ini telah melambungkan harga emas. Pengurangan stimulus akan berdampak menguatkan dollar dan menekan harga emas.
Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember melemah hingga menyentuh level $1,291.30 pada awal sesi perdagangan di Asia hari ini, menjauh dari level tertinggi intraday di $1,308.40 per troy ounce. Sampai dengan sesi Asia siang hari ini harga emas terlihat mulai bergerak menguat di kisaran $ 1,298 per ounce, masih bergerak di kisaran harga rendah sejak 8 Agustus.
Departemen Tenaga Kerja AS tadi malam melaporkan, indeks harga konsumen naik 0,1% di bulan Agustus dibandingkan Juli. Sebelumnya, survei Bloomberg memproyeksikan adanya kenaikan indeks harga konsumen sebesar 0,2% di Agustus.
Ketegangan Suriah yang sebelumnya membuat emas rally hingga menembus $1.400 per troy ons, juga telah mereda setelah AS menyetujui proposal Rusia yang meminta Suriah menyerahkan senjata kimia ke pihak internasional untuk menghindari serangan militer AS.
Sementara itu, petinggi bank sentral AS alias The Federal Reserve kemarin dan hari ini melakukan pertemuan untuk membuat kebijakan soal pembatasan stimulus. Survei Bloomberg menyebutkan The Fed akan memangkas pembelian obligasi bulanan sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar.
"Daya tarik emas sebagai lindung nilai dari inflasi mulai berkurang ," kata Phil Streible, broker komoditas RJ O'Brien & Associates di Chicago. Streible bilang, apapun keputusan dari The Fed hari ini sangat penting bagi harga emas.
Mario Prabowo
Tweets by @Marioprabowo










0 komentar:
Post a Comment