English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, August 12, 2013

Minyak Sedikit Melemah, Menyusul Kerugian Mingguan

rig, minyak, bensin, pertamina, berita minyak, solar, usa, anjungan minyak
KPF JAKARTA (12/08) - Minyak berjangka diperdagangkan sedikit melemah pada awal sesi Asia hari Senin setelah kerugian mingguan pekan lalu.

Di New York Mercantile Exchange, minyak untuk pengiriman September turun 0,17% menjadi USD105.79 per barel di perdagangan Asia Senin. Kontrak September ditutup menguat sebesar 2,49% pada 105,97 per barel Jumat lalu.

Pedagang dan spekulan mengurangi pembelian untuk minyak mentah sebesar 2,5% menjadi 310.827 kontrak untuk pekan yang berakhir 6 Agustus, minggu kedua berturut-turut pengurangan permintaan, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.

Pekan lalu, Badan Energi Internasional menurunkan perkiraan permintaan minyak global sebesar 100.000 barel per hari akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi di China, negara terbesar kedua konsumen minyak dunia setelah AS.

Pekan lalu, produksi industri di China naik 9,7% pada bulan lalu, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 9,0% dan mengambil dari keuntungan sebesar 8,9% pada bulan Juni.

Dalam laporan lain, Biro Statistik Nasional mengatakan CPI tetap tidak berubah pada 2,7% bulan lalu. Analis mengharapkan pembacaan Juli 2,8%.

Pada hari Jumat, Goldman Sachs menegaskan bahwa perkiraan harga minyak mentah Brent di USD105 per barel, tetapi terkait menyusutnya pasokan OPEC ketat dan kenaikan impor minyak mentah China akan mendorong harga naik dalam waktu dekat, menurut laporan Reuters.

Libya baru baru ini melaporkan tentang menyusutnya produksi minyak ke tingkat terendah dalam hampir dua tahun di tengah kekerasan yang sedang berlangsung di negara itu. Libya merupakan penghasil minyak terbesar di Afrika.

Di tempat lain, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 0,36% menjadi USD106.49 per barel di ICE Futures Exchange.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top