English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, August 23, 2013

Harga Emas Masih Lanjutkan Penguatan


Emas berjangka diperdagangkan sedikit lebih tinggi di bagian awal sesi Asia hari Jumat (23/8) menyusul kenaikan kecil pada hari Kamis, karena pedagang merasa cukup nyaman atas fakta bahwa program stimulus Federal Reserve akan tetap dipertahankan setidaknya untuk beberapa bulan lagi.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Oktober beringsut naik 0,37% menjadi USD1375.80 per troy ounce di awal sesi perdagangan Asia Jumat. Kontrak Oktober ditutup naik 0,04% pada USD1, 370,70 per ons Kamis.

Emas berjangka kemungkinan besar akan mencari support di USD1, 351,90 per troy ounce, level terendah Selasa lalu, dan resistance pada USD1, 384.00, tertinggi Senin.

The Federal Reserve mengungkapkan dalam risalah pertemuan kebijakannya pada bulan Juli bahwa untuk sementara dukungan untuk tapering pembelian aset bulanan tetap akan dilakukan oleh bank sentral AS, waktu untuk pengambilan langkah tersebut tetap belum bisa dipastikan karena tidak semua anggota voting Fed yakin bahwa data ekonomi yang ada sudah mendukung pengambilan langkah tersebut.

Tidak ada konsensus yang jelas dari anggota FOMC tentang kapan akan dimulainya pembatasan program pembelian obligasi bulanan Fed, yang juga dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. Sebagian besar anggota voting Fed menyimpulkan bahwa pembelian aset bulanan akan tetap di tempat untuk saat ini dan hal ini akan terus mendukung harga emas dengan melemahnya dolar.

Mata uang Asia dan pasar keuangan memasuki ketegangan pada hari Kamis. Rupee India dan Lira Turki menyentuh rekor terendah baru terhadap dolar AS hari Kamis. India dan pejabat Bank Sentral Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan mata uang mereka, tetapi pengaruhnya masih sangat terbatas. Ada kekhawatiran tentang pergolakan yang terjadi di pasar Asia akan menular ke seluruh dunia. Kenaikan suku bunga di negara-negara utama dunia telah memberikan tekanan pada mata uang. Situasi ini kemungkinan mendorong berkurangnya permintaan untuk safe haven emas.

Data manufaktur China Kamis menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya. HSBC indeks pembelian manajer naik menjadi 50,1 pada bulan Agustus dari 47,7 pada bulan Juli. Sebuah pembacaan diatas  50,0 menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Data China merupakan faktor bullish untuk pasar logam mulia pada hari Kamis kemarin. Cina adalah Negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan menjadi  importir terkemuka di dunia untuk banyak jenis komoditas utama.

Pedagang dan investor telah bergeser perhatiannya dari kerusuhan yang sedang berlangsung di Mesir untuk saat ini, karena tidak ada hal besar, ataupun perkembangan baru di sana. Namun, setiap eskalasi kekerasan akan berdampak pula pada pasar, dan juga bisa mendorong kenaikan permintaan untuk aset safe haven, termasuk emas.

Berita laporan bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil, dengan ratusan korban tewas, adalah suatu hal yang akan diawasi secara ketat oleh pasar, selain fokus faktor geopolitik lain yang dapat berkobar dapat menjadi faktor penggerak utama pasar.

Data Ekonomi Utama yang akan dirilis pada hari ini antara lain adalah estimasi GDP Inggris, dan data penjualan rumah baru di AS (US New Home Sales) yang akan rilis pada jam 21.00 wib, dapat kembali menjadi faktor pengerak harga. Bagusnya data ini dapat menguatkan dolar dan melemahkan harga emas dan sebaliknya.

(Mario Prabowo)
Sumber: www.marketwatch.com ; www.kitco.com

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to Top